Logo Suma

NKCTHI: Bahagia Tidak Selalu Baik

Redaksi Suara Mahasiswa · 17 Juli 2020
2 menit · - kali dibaca
NKCTHI: Bahagia Tidak Selalu Baik

By Fitrohza G. N.

Judul film : Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini (NKCTHI)
Sutradara : Angga Dwimas Sasongko
Produser : Anggia Kharisma
Genre film : Drama/Keluarga
Tanggal rilis : 2 Januari 2020
Durasi : 121 menit
Pemain : Rachel Amanda, Rio Dewanto, Sheila Dara Aisha, Donny Damara, Susan Bachtiar, Ardhito Pramono, Oka Antara, Niken Anjani, Agla Artalidia, dll.

Sejujurnya ketika Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini (NKCTHI) muncul di bioskop pada awal tahun ini, penulis tidak tertarik untuk menonton. Ketika film ini hadir di layanan streaming Netflix, penulis merasa tidak ada salahnya untuk mencoba menonton film yang berasal dari sebuah buku dengan judul yang sama ini. Film NKCTHI berkisah tentang sebuah keluarga dengan tiga anak: Angkasa, Aurora, dan Awan. Pada beberapa menit awal penonton disajikan potret keluarga bahagia yang sedang bersiap untuk pergi ke restoran untuk merayakan ulang tahun pernikahan Ayah dan Ibu. Namun, ketika mobil mereka hampir menabrak kucing yang menyeberang jalan, sang Ayah memutuskan untuk tidak jadi pergi.

Sekuen kilas balik yang mengiringi adegan itu dan sekuen kilas balik lainnya yang tersebar sepanjang film berfungsi sebagai penjelas narasi dan perasaan para tokoh. Angkasa, anak tertua yang sedari kecil diharuskan untuk bertanggung jawab terhadap kedua adiknya. Aurora, anak tengah yang merasa tidak mendapat perhatian sebanyak yang didapatkan adiknya. Awan, yang selalu merasa terbantu dan tidak pernah menyelesaikan masalahnya sendiri. Konflik memuncak ketika diskusi keluarga berubah menjadi ajang pelampiasan emosi terpendam dan rahasia yang berusaha ditutupi oleh Ayah dan Ibu pun terbongkar. Narasi kemudian bergerak menuju leraian yang menunjukkan usaha untuk menyatukan keluarga kembali ke rumah.

Kebahagiaan menjadi tema yang cukup penting dalam film NKCTHI, dengan fokus pada kebahagiaan ketiga bersaudara: Angkasa, Aurora, dan Awan. Ayah berusaha melakukan segala cara untuk membahagiakan keluarga mereka, termasuk menutupi rahasia yang dianggapnya menyedihkan. Namun, seperti yang dikatakan Aurora, “Mungkin dia (Ayah) pikir perasaan manusia bisa diatur pakai tombol, kali, ya”. Manusia sejatinya mempunya kemampuan untuk merasa dan semua perasaan valid adanya, termasuk perasaan yang tidak menyenangkan, seperti sedih, takut, kecewa, dan marah.

Seperti yang dikatakan filsuf Prancis Albert Camus dalam Le mythe de Sisyphe, bahwa di tengah absurditas dunia, manusia harus seperti tokoh mitologi Sisifus yang memilih untuk bahagia, dengan cara apa pun. Semangat itu yang coba ditunjukkan melalui film ini, di antaranya melalui tokoh Awan yang memilih untuk kuat menghadapi rasa takutnya dan merasa bahagia dengan tokoh Kale walau sedang mengalami peristiwa yang menyedihkan.

Walau tokoh Aurora dan Awan sebagai tokoh perempuan digambarkan memiliki kekuatan untuk menyuarakan pendapat dan perasaan mereka kepada tokoh Ayah, lain halnya dengan tokoh Ibu. Tokoh Ibu digambarkan irit bicara dan hanya mengeluarkan tiga kalimat ketika mengonfrontasi Ayah mengenai masalah Ayah dan tiga anaknya. Ketika ditanya oleh Aurora mengenai perasaannya dan ketika Awan menyatakan bahwa Ibu berhak untuk bahagia, tokoh Ibu mengalihkan pembicaraan mengenai masa lalunya dengan Ayah dan kehebatan Ayah, seakan-akan termanipulasi oleh Ayah dan perasaan dan pendapatnya terbungkam. “Dia memang bukan suami yang sempurna, banyak salahnya, tapi Ayah kalian itu sudah memberikan Ibu kebahagiaan yang tidak terhitung nilainya”. Hal ini seakan turut melanggengkan stereotip bahwa perempuan lebih baik diam dan mengubur perasaannya, tidak perlu menyuarakan pendapatnya dengan lantang. Di sisi lain, tokoh Ayah seakan dapat dengan mudah diampuni atas kesalahannya tanpa perlu meminta maaf kepada orang-orang yang telah disakitinya.

Secara umum, NKCTHI merupakan tontonan yang menarik. Rio Dewanto, Sheila Dara, dan Rachel Aurora Amanda berakting cukup baik dan tepat sesuai porsinya masing-masing. Walau terdapat beberapa kekurangtepatan detail, seperti pakaian dan properti, NKCTHI tetap merupakan hiburan yang menyenangkan.

Teks: Fitrohza G. N. (Kontributor)
Foto: Istimewa
Editor: Ruth Margaretha M.

Pers Suara Mahasiswa UI 2020
Independen, Lugas, dan Berkualitas!

Tim Penggarap