

Selasa Malam, 31 Agustus 2022 waktu Rusia, mantan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet (Sekjen PKUS) sekaligus Presiden pertama dan terakhir Uni Soviet, Mikhail Sergeyevich Gorbachev, wafat dalam usia 91 tahun. Menurut keterangan dari Central Clinical Hospital, Gorbachev wafat pada malam hari karena sakit yang serius dan berkepanjangan.
Menurut kantor berita TASS, Gorbachev sudah dirawat di rumah sakit sejak awal pandemi Covid-19 atas usulan dari dokter pribadinya. Gorbachev akan dimakamkan di Pemakaman Novodevichy, Moskow, di sebelah makam istrinya, Raisa Gorbachev, yang wafat pada tahun 1999.
Mikhail Gorbachev lahir di Stavropol, 2 Maret 1931. Gorbachev tumbuh dan dibesarkan oleh keluarga petani kolektif. Di Stavropol, Gorbachev terbiasa mengoperasikan traktor panen untuk ladang yang dikelola keluarganya, lalu hasil panen tersebut diberikan kepada negara. Gorbachev berkuliah di Fakultas Hukum Moscow State University (MSU) dan lulus pada tahun 1955.
Ia kemudian menikah dengan teman satu almamaternya, Raisa. Jenjang karirnya bertahap mulai dari anggota Komsomol (Pemuda Komunis Uni Soviet) pada tahun 1955, Sekretaris Pertama Komite Partai Komunis Kota Stravropol pada tahun 1966, hingga menjadi bagian dari Anggota Politburo PKUS pada tahun 1980.
Puncaknya, Gorbachev diangkat menjadi Sekretaris Jenderal PKUS pada tahun 1985 menggantikan Konstantin Chernenko yang wafat. Gorbachev dikenal sebagai pencetus kebijakan politik glasnost (keterbukaan) dan perestroika (restrukturisasi). Kedua istilah tersebut menjadi sangat populer di seluruh dunia pada masanya dan menjadi dasar perubahan drastis di Uni Soviet yang terjadi saat itu.
Gorbachev membuka akses kebebasan kepada warga Soviet dalam berekspresi dan berpendapat. Sensor media oleh pemerintah dan kontrol Partai Komunis atas kehidupan warga dikurangi. Selain itu, ia dan Ronald Reagan selaku Presiden Amerika Serikat kala itu menjadi penggerak utama dalam mendamaikan ketegangan di antara Amerika dan Soviet (baca: perang dingin) dengan membuat kesepakatan untuk mengurangi senjata nuklir di dunia. Kebijakan Gorbachev juga membuat negara-negara yang selama ini berada di bawah pengaruh Soviet satu per satu meninggalkan komunisme dan mereformasi pemerintahannya sesuai dengan keinginan masyarakat di negara-negaranya.
Namun, akibat dari kebijakan Gorbachev dan kondisi Uni Soviet yang sudah memburuk sebelum Gorbachev berkuasa, terjadi krisis di negara tersebut yang menyebabkan runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991. Bubarnya Uni Soviet hingga saat ini menjadi kontroversi bagi masyarakat Rusia dan dunia dalam memandang sosok Gorbachev sebagai sosok dibalik keruntuhan Uni Soviet.
Di luar Rusia, Gorbachev dipandang sebagai penyelamat dunia dari perang nuklir dan simbol perdamaian. Namun, di dalam Rusia sendiri, opini publik terhadap Gorbachev terbelah, ada yang menganggap Gorbachev sebagai pengkhianat dan penghancur kehidupan negara Soviet, ada pula yang beranggapan bahwa Gorbachev adalah sosok yang memberikan kebebasan dan perdamaian di Rusia.
Setelah Soviet bubar, Gorbachev membentuk Gorbachev Foundation yang bergerak di bidang penelitian ekonomi, sosial, dan budaya. Gorbachev juga seringkali mengisi kuliah umum, mengikuti konferensi, dan berkeliling dunia untuk mengutarakan pandangan dan pemikirannya tentang perdamaian dunia. Gorbachev juga dianugerahi penghargaan Nobel Perdamaian pada tahun 1990.
Mikhail Gorbachev dikenal sebagai sosok yang sangat berbeda dengan para pendahulunya. Ia memiliki watak yang lebih humanis serta pemikiran yang lebih segar dan visioner. Gorbachev adalah sosok yang berani untuk mendobrak tradisi-tradisi Soviet yang dianggapnya usang dengan sesuatu yang baru dan memberikan perubahan.
Gorbachev berani untuk mereformasi Uni Soviet kala itu dengan merombak tokoh-tokoh yang kolot dengan sosok yang lebih muda dan segar. Salah satu kebijakan yang dibuat oleh Gorbachev adalah kampanye anti-alkohol yang bertujuan untuk memperbaiki kehidupan sosial warga Soviet yang saat itu cenderung tidak produktif karena kebiasaan meminum alkohol yang akut.
Pada tahun 1984, sebelum menjadi Sekjen PKUS, MIkhail Gorbachev pernah melakukan kunjungan kenegaraan ke Inggris dan bertemu Margaret Thatcher, sosok yang keras terhadap blok timur pada masanya. Setelah pertemuannya, Thatcher menyukai sosok Gorbachev dan menganggap ia sebagai orang yang dapat diajak untuk bekerja sama. Kemudian, Gorbachev juga berhubungan intens dengan Ronald Reagan untuk mengurangi ketegangan dunia dan mengakhiri perang dingin. Hal tersebut membuatnya dikenang sebagai tokoh perdamaian dunia.
MIkhail Gorbachev juga punya jejak hubungan dengan Indonesia. Pada tahun 1986, Gorbachev memberikan pidato di Vladivostok tentang wawasan dan rencana kerjasama Uni Soviet dengan negara-negara Asia Pasifik termasuk Indonesia. Pidato ini disambut oleh salah satu jurnalis legendaris Indonesia, BM Diah. Setahun kemudian, BM Diah selaku pimpinan harian Merdeka mendapatkan kesempatan eksklusif untuk mewawancarai Gorbachev di Kremlin.

Isi dari wawancara serta respons dunia terhadap wawancaranya dimuat dalam buku yang berjudul “Mahkota bagi Seorang Wartawan”. Bahkan, wawancara tersebut juga diabadikan dalam buku yang ditulis oleh Gorbachev sendiri yang berjudul “Perestroika: Pemikiran Baru Untuk Negara Kami dan Dunia”. Pada tahun 1989, Presiden Soeharto beserta Ibu Tien untuk pertama kalinya mengunjungi Uni Soviet dan bertemu Gorbachev beserta Istrinya, Raisa.
Teks: Taffa Hanifar Ilyasa (Fakultas MIPA UI)
Editor: Dian Amalia Ariani
Ilustrasi:
Pers Suara Mahasiswa UI 2022
Independen, Lugas, Berkualitas!
Sumber:
Diah, B. M. (1987). Mahkota Bagi Seorang Wartawan. Jakarta: Pustaka Merdeka.
Gorbachev, M. (1987). Perestroika: Pemikiran Baru untuk Negara Kami dan Dunia.Jakarta: PT. GAP.
Hidayati, N. (2022, August 31). Gorbachev Dan Kunjungan bersejarah presiden Indonesia ke Moskow. kumparan. Retrieved August 31, 2022, from https://kumparan.com/kumparannews/gorbachev-dan-kunjungan-bersejarah-presiden-indonesia-ke-moskow-1ylePDbpENz/4
Mikhail Gorbachev dies at 91. RT International. (n.d.). Retrieved August 31, 2022, from https://www.rt.com/russia/558272-gorbachev-dies-soviet-leader/
Pranata, S. (1992). Mikhail Gorbachev dan Runtuhnya Partai Komunis Uni Soviet. Jakarta: Yayasan Metropolitan.
Saputra, A. R. (2014). Dari Uni Soviet Hingga Rusia. Jakarta: Palapa.
Kontributor