Logo Suma

Pemaparan Visi-Misi Calon Dekan FIK UI: Menjadi Pusat Pengembangan IPTEK Keperawatan di Asia Tenggara

Redaksi Suara Mahasiswa · 25 Oktober 2021
4 menit · - kali dibaca

Pada hari Kamis (21/10/21) kemarin, lima calon dekan Fakultas Ilmu Keperawatan memaparkan visi misi mereka untuk pemilihan dekan FIK periode tahun 2022-2026. Pemaparan tersebut dilaksanakan via zoom meeting dari jam sembilan pagi hingga jam satu siang. Acara pemaparan visi misi calon dekan FIK tersebut dipandu oleh La Ode Abdul Rahman dan untuk moderator saat pemaparan dipandu oleh Dr. Hajjul Kamil, S. Kp., M. Kep., dihadiri oleh para calon dekan, panelis, dosen, dan para mahasiswa.

Nomor urut pemaparan diacak dan yang terpilih untuk pertama melakukan pemaparan adalah Dr. Mira Asmirajanti, S. Kp., M. Kep., pemaparan yang kedua oleh Agung Waluyo, S.Kp., M. Sc., Ph. D., pemaparan ketiga oleh Sri Yona, S. Kep., M. N., Ph. D., yang keempat pemaparan dilakukan oleh Agus Setiawan., S. Kp., D. N., dan yang terakhir pemaparan dilakukan oleh Dr. Sigit Mulyono S. Kp., M. N. Pemaparan dimulai dengan melihat curriculum vitae (CV) para calon dekan. Setiap calon dekan diberikan waktu tujuh menit untuk mempresentasikan visi misinya.

Mira Asmirajanti menjelaskan yang melatar belakangi visi misinya adalah statuta UI, majelis wali amanat UI, serta RPJP UI tahun 2015-2035 dimana UI menargetkan pada tahun 2025 menjadi 5 besar di Asia Tenggara, adanya kompetisi global, dan FIK UI dijadikan rujukan oleh Fakultas Keperawatan yang ada di Indonesia. Visi dari Mira sendiri adalah menjadikan FIK UI sebagai pusat IPTEK kesehatan dan berkebudayaan yang unggul dan bersaing, melalui upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan kecerdasan bangsa, sehingga berkontribusi bagi pembangunan Nasional dan Internasional.

Mira mempunyai lima misi penting yaitu melaksanakan kegiatan Tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada pembentukan karakter mandiri, adaptif, dan inovatif terhadap teknologi, dan menjunjung tinggi profesi keperawatan.

Yang kedua adalah mengembangkan smart campus, sistem pembelajaran teknologi keperawatan berbasis caring baik nasional maupun internasional. Yang ketiga adalah meningkatkan komunikasi dan kolaborasi interprofesional secara nasional dan internasional. Yang keempat adalah meningkatkan kualitas pembelajaran yang berfokus pada mahasiswa selaras dengan era disrupsi dan new normal.

Yang kelima sekaligus yang terakhir adalah menyelenggarakan unit wirausaha layanan keperawatan mandiri berbasis IoT tingkat nasional dan global. Bu Mira juga menjelaskan strategi-strategi yang akan dilakukan untuk misi-misinya. Untuk misi yang pertama, strategi yang dilakukan adalah berfokus pada pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Strategi untuk misi yang kedua adalah dengan mengembangkan Tridharma perguruan tinggi, SDM, mahasiswa dan alumni, infrastruktur, teknologi informasi serta efisiensi anggaran yang dihasilkan dari pengembangan kolaboratif bersama para alumni, pemerintah, industri, dan ventura.

Strategi untuk misi ketiga adalah dengan mengajarkan profesionalisme kepada mahasiswa didik dalam hal akademik maupun di luar akademik agar mereka dapat bekerja sama dengan baik bersama sesama perawat, pasien, maupun orang-orang dari profesi lain. Strategi misi yang keempat adalah dengan meningkatkan mutu pendidikan serta mutu lembaga sesuai dengan  tuntutan masyarakat. Strategi untuk misi yang kelima adalah entrepreneurship pelayanan keperawatan dengan menggandeng alumni, pemerintah, industri, serta ventura.

Agung Waluyo membawa visi mewujudkan Fakultas Ilmu Keperawatan UI menjadi pusat ilmu pengetahuan, dan teknologi Keperawatan yang unggul dan berdaya saing, serta mampu menyelesaikan masalah kesehatan nasional dan global, menuju Fakultas Ilmu Keperawatan unggulan di Asia Tenggara di 2035. Agung juga memaparkan misinya yang berfokus pada menyediakan akses yang luas dan adil, serta pendidikan keperawatan yang berkualitas; menyelenggarakan kegiatan Tridharma yang bermutu dan relevan dengan tantangan permasalahan kesehatan nasional serta global; menciptakan lulusan yang berintelektualitas tinggi, berbudi pekerti luhur, dan mampu bersaing secara global serta menaati kode etik keperawatan; menciptakan iklim akademik yang mampu mendukung perwujudan visi FIK UI.

Agung mempunyai rencana program kerja berupa good governance, penambahan kompetensi lulusan keperawatan, peningkatan kualitas penelitian, pengabdian masyarakat, dan inovasi, peningkatan kualitas SDM pendidik dan kependidikan, peningkatan sarana prasarana, serta peningkatan keuangan berupa meningkatkan jumlah pemasukan BP dan non-BP, giving back alumni to almamater dan kepuasan pengguna lulusan, pengembangan kearifan lokal kesehatan.

Pada nomor urut tiga terdapat Sri Yona yang memaparkan visi misinya. Visi yang dipaparkan beranjak dari tantangan berupa belum masuknya FIK UI dalam ranking internasional untuk program studi keperawatan di dunia yang mana membutuhkan inovasi di tridharma perguruan tinggi, adanya persaingan global baik secara nasional dan internasional, serta perlunya FIK UI untuk ikut mengembangkan diri demi memenuhi tuntutan serta kebutuhan masyarakat. Visi tersebut adalah menjadikan Fakultas Ilmu Keperawatan UI unggul di Asia dan diakui secara Internasional melalui pendidikan dan riset unggulan dan program inovatif kesehatan, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan kesehatan nasional dan internasional.

Dalam menjalankan visi tersebut terdapat misi yang bersifat inovatif, global, dan integratif. Misi tersebut adalah melaksanakan tri dharma bidang keperawatan yang unggul, entrepreneur, inovatif, serta berbasis riset dalam menghadapi tantangan nasional dan global; menciptakan lulusan keperawatan yang berkualitas inovatif, berbudi luhur, mampu berdaya saing secara global, yang dapat menjadi leader dan agen change; mengembangkan dan memperluas jejaring/networking keperawatan profesional di internasional meliputi benua Amerika, Asia, Eropa, Australia, dan Afrika; menciptakan lingkungan akademik yang kondusif, yang mampu mendukung perwujudan visi FIK dan UI.

Selanjutnya visi dan misi dipaparkan oleh Agus Setiawan. Agus memulai presentasi dengan menjabarkan pencapaian FIK UI. Visi misi yang diberikan oleh Bapak Agus Setiawan dihasilkan dari analisis situasi FIK UI berupa peluang serta ancaman yang ada. Visi yang dicanangkan oleh Agus adalah menjadikan Fakultas Ilmu Keperawatan UI sebagai pusat pengembangan IPTEK keperawatan yang unggul dan berdaya saing di Asia Tenggara. Agus juga menjelaskan beberapa indikator untuk unggul di Asia Tenggara yaitu akreditasi internasional AHP/GS, ranking by subject = 300 besar dunia, WHO collaborating centre, mahasiswa internasional, peningkatan SDM dan Guru Besar, sigma theta tau International: Indonesian Chapter, NTC menjadi Nursing Enterprise.

Terakhir visi misi calon dekan dipaparkan oleh Sigit Mulyono. Visi yang diajukan oleh Sigit adalah terwujudnya budaya organisasi yang sehat, dinamis, dan inovatif dalam mendukung penyelenggaraan Tri Dharma perguruan tinggi yang mendorong tercapainya intuisi yang unggul, berjiwa wirausaha, berbudaya peduli, dan merdeka belajar serta dengan IPTEK keperawatan yang inovatif. FIK UI yang berstatus perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN BH) membutuhkan pengembangan untuk dapat mencapai pendidikan yang unggul, pengembangan tersebut memerlukan biaya yang cukup besar sehingga dengan status ini FIK UI dapat memiliki sentra klinik yang terintegrasi di semua keilmuan keperawatan dan berbagai rumah sakit.

Keinginan untuk kemajuan FIK UI yang disampaikan oleh Sigit adalah terdapat kesesimbangan antara akademik dan berbisnis, sehingga kedepannya FIK dan rumah sakit mitra jejaring dapat sejahtera dan maju bersama.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara calon dekan dengan ketiga panelis yang ada. Setelah tanya jawab dari para panelis kepada calon dekan, dan diakhiri oleh tanya jawab dari para audiens kepada calon dekan.

Teks: Zahra Tsabita
Foto: FIK UI
Editor: Faizah Diena

Pers Suara Mahasiswa UI 2021
Independen, Lugas, dan Berkualitas!

Tim Penggarap