
Hanya dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Indonesia tahun ini, kemeriahan acara PKKMB akan ditutup dengan pemecahan rekor muri yakni, Pemecahan Rekor Membatik Kolosal dan Pemecahan Rekor Paduan Suara. Acara puncak yang akan diselenggarakan pada hari Kamis nanti (25/08/2022) di lapangan Rotunda Universitas Indonesia rencananya akan menargetkan partisipasi total sebanyak 9000 mahasiswa Universitas Indonesia angkatan 2022. Sebagai persiapan menuju puncak PKKMB tersebut, pihak Universitas Indonesia sendiri sudah melakukan Gelar Budaya Nusantara berupa Workshop Batik selama 3 hari berturut-turut pada tanggal 22 - 24 Agustus 2022 di Balairung UI.
Ahmad Mustafad Muchtar, mahasiswa FISIP UI angkatan 2019 yang menjadi Koordinator Tim Mahasiswa Panitia PKKMB UI 2022 menjelaskan mekanisme kegiatan Workshop Batik Gelar Nusantara pada Selasa (23/08/2022). Sebagai tim yang mengelola mobilisasi dan ketertiban peserta, Ahmad menjelaskan bahwa terdapat pula pembagian sesi untuk peserta yang mengikuti rangkaian workshop tersebut.
“Nah, workshop budaya itu isinya adalah pelatihan mencanting bersama Rolupat. Jadi setiap harinya itu dibagi tiga ribu orang, karena total mahasiswa 2022 ada 9000. Per harinya ada 3000 (mahasiswa-Read) dan dibagi ke dua sesi. Sesi pagi atau sesi pertama sebanyak 1500 mahasiswa, sesi siangnya juga 1500 mahasiswa, yaitu per 50 kelompok OKK,” terang Ahmad.
Rolupat adalah wadah bagi 10.000 UMKM batik yang didirikan oleh Henny agar batik tetap eksis sebagai fashion yang diminati berbagai kalangan dari zaman ke zaman. Selain pernah mendapatkan penghargaan Ibu Kota Awards tahun lalu, Rolupat juga pernah membawa hasil karya mitra UMKM-nya ke pameran internasional seperti Handmade Korea pada tahun 2018. Kali ini, Rolupat menjadi mitra UI untuk memecahkan rekor muri bersama pada tahun 2022 ini. Dalam hal ini, Rolupat memfasilitasi penyediaan canting dan tenaga pengajar untuk mengajarkan proses mencanting kepada mahasiswa-mahasiswa UI.

Menyampaikan tujuan penyelenggaraannya, Ahmad menambahkan bahwa acara ini diselenggarakan bukan hanya untuk memecahkan rekor muri, namun juga untuk menambah rasa cinta terhadap tradisi khas Indonesia, yakni membatik dengan canting.
“Jadi tujuannya pemecahan rekor muri dan merayakan kemerdekaan dengan hal-hal yang berbau budaya Indonesia gitu. Output yang diharapkan kepada mahasiswa baru; Pertama, agar semakin bangga dengan budaya Indonesia. Karena batik ini mungkin bisa jadi yang paling identik sama Indonesia. Jadi di setiap daerah, di setiap kota punya motifnya masing-masing. Ya, cuma ini dikasih teknik yang agak tradisional sebenarnya. Bukan print, bukan digital, tapi lewat mencanting dengan tangan sendiri. Memang agak lama kalo buat batik (dengan mencanting-Read), tapi minimal mereka tahu dan makin cinta sama budaya Indonesia”, tambahnya.
Selain panitia dari mahasiswa yang berjumlah 200 orang, rangkaian workshop ini juga dibantu oleh Unit Pelaksana Teknis Pengamanan Lingkungan Kampus Universitas Indonesia (UPT PLK UI), yang berperan mengamankan, baik menjaga keamanan peserta maupun keamanan alat dan tempat yang digunakan.
Menurut Hitny, mahasiswa asal Prodi Sastra Jawa yang menjadi salah satu peserta workshop, acara workshop ini berjalan dengan lancar dan seru juga membuatnya semakin mencintai budaya batik Indonesia.
“Seru banget, terus jadi kaya punya pembelajaran untuk diri sendiri bahwa ngebatik tuh ternyata gak segampang itu. Indonesia keren dan luar biasa banget bisa memiliki budaya membatik yang seru meskipun agak susah sih. Semoga anak-anak indonesia bisa lebih melestarikan budaya membatik ini”, ujar Hitny pada Selasa (23/08/2022).

Kendati demikian, Hitny mengatakan karena pesertanya yang banyak sehingga sulit untuk mendapatkan tempat duduk. Mengonfirmasi hal tersebut, Ahmad sebagai panitia menceritakan bahwa memang terdapat beberapa kendala teknis di lapangan, seperti waktu dan koordinasi bersama para stakeholder di UI.
“Kendalanya ya ada yang telat, jadi nunggu-nungguan, akhirnya ngaret. Kedua, karena agak telat, jadi ga sesuai jobdesk. Terus juga masing-masing pihak kayak stakeholder belum saling berkoordinasi. Tapi overall udah bagus sih, lancar dan aman,” tutup Ahmad.
Kontributor