
Daewoong Pharmaceutical Company Indonesia mengadakan acara penutupan Daewoong Social Impactor pada Selasa (24/8). Acara ini merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) persembahan dari Daewoong Pharmaceutical Company untuk mewadahi generasi muda di Indonesia untuk menyebarkan informasi dan pengaruh baik di media sosial mengenai isu kesehatan dan gaya hidup sehat.
Program ini pertama kali diluncurkan Maret 2021, dengan menyaring 15 finalis dari 137 mahasiswa yang berasal dari beragam universitas di Indonesia, dan dalam acara ini ke 15 finalis tersebut diwisuda. Selama lima bulan, peserta diberi 4 misi dimana mereka diberi tugas untuk memproduksi konten-konten video kesehatan yang ringan dan mudah dipahami dengan tujuan untuk menyebarluaskan informasi terkait protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Total 180 konten digital telah dipublikasikan baik dalam media sosial Daewoong Social Impactor maupun akun-akun influencer kesehatan dan akun-akun universitas. Dari 180 konten, terdapat 60 video YouTube dan 120 konten Instagram. Seluruh video telah dilihat lebih dari 214,270 tayangan. Selain itu, konten-konten ini juga telah mendapatkan lebih dari 2 juta impresi serta menjangkau lebih dari 33 juta akun di media sosial.
Dalam acara ini, turut hadir Sengho Jeon sebagai CEO Daewoong Pharmaceutical dan Tito Latif Indra selaku Direktur Kemahasiswaan Universitas Indonesia untuk memberikan sambutan atas penutupan program ini. Sengho Jeon, CEO Daewoong Pharmaceutical terkesan akan konten yang telah dibuat oleh para finalis Daewoong Social Impactor, “Kami sangat terkesan ketika melihat konten yang dibuat oleh finalis Daewoong Social Impactor yang dibagikan melalui media sosial, sehingga menyebarkan dampak positif bagi individu dan komunitas.” Tito Latif Indra juga memiliki pandangan yang sama, “Kita dapat merasakan kekuatan generasi muda dengan menyaksiskan konten yang dibuat oleh finalis Daewoong Social Impactor membuat gelombang sosial. Melalui kerjasama dengan Daewoong ini, mahasiswa UI mampu memaksimalkan potensi mereka dalam berpikir kreatif khususnya untuk Sustainable Development Goals (SDGs) di masa pandemi ini.”
Acara dilanjut dengan sesi stand-up comedy yang dibawakan oleh salah satu finalis, Bryan Eduardus dan paduan suara dari seluruh finalis dengan lagu yang bertajuk “Heal The World.” Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dengan para finalis menggunakan toga dan jaket yang mereka dapatkan sebagai benefit mengikuti program DSI ini. Adapun benefit lain yang didapatkan para finalis adalah biaya pendidikan, sebesar Rp. 7.500.000,00 rupiah tiap mahasiswa dan tambahan Rp. 5.500.000,00 bagi dua orang pemenang misi setiap bulannya.
Dalam sesi group interview dengan 6 finalis Daewoong Social Impactor, yakni Sadam Permana, Jihan Nadira, Iqbal Firmansyah, Bryan Eduardus, Isyah Rahma Dian, dan Naifah Uzlah; para finalis membagikan kesan pesan dan pengalaman yang didapatkan selama mengikuti program ini. Para finalis merasa mereka dapat kesempatan baru untuk belajar hal baru dan meraih beragam keuntungan lainnya dengan mengikuti program ini.
Sebagai penutup, Isyah memberi pesan kepada masyarakat Indonesia dan anak muda lainnya akan pentingnya info kesehatan di era pandemi sebagai salah satu upaya agar pandemi bisa cepat berakhir. “Kalau pandemi ini gabisa kita lawan seorang diri, kita harus bergerak sama-sama. Aku berharap teman-teman bisa ikut bantu nyebarin info tentang kesehatan. Please remember that small actions yang kita lakuin itu bisa berdampak besar bagi lingkungan sekitar kita.”
Teks: Fitri Hasanah
Foto: Istimewa
Editor: Nada Salsabila
Pers Suara Mahasiswa UI 2021
Independen, Lugas, dan Berkualitas!
Kontributor