
Bumi yang terbentuk dari miliaran tahun lalu diisi oleh makhluk hidup yang selalu berevolusi, dari Cyanobacteria yang diketahui sebagai makhluk hidup tertua di bumi hingga sampai pada peradaban manusia modern. Peradaban manusia dibangun dengan faktor-faktor yang kompleks seperti budaya, ekonomi, agrikultur, teknologi, dan lain sebagainya, setiap faktor tersebut berkaitan satu dengan lainnya. Dalam peradaban manusia berkembang berbagai kepercayaan salah satunya tentang hal supranatural. Supranatural menurut KBBI merupakan hal yang ajaib (tidak bisa dijelaskan dengan akal sehat). Pada masa prasejarah saat manusia belum mengenal tulisan, perkembangan kepercayaan terhadap hal supranatural sudah ada dalam bentuk animisme dan dinamisme. Animisme merupakan kepercayaan pada roh-roh, dan dinamisme merupakan kepercayaan pada benda-benda yang dianggap mempunyai kekuatan supranatural. Kepercayaan nenek moyang tersebut tentunya berpengaruh pada budaya-budaya yang berkembang di masyarakat terutama pada folklor lisan dan tulisan. Cerita-cerita tentang sesuatu yang ajaib tumbuh di masyarakat seperti asal-usul daerah atau bangunan yang dibangun dengan bantuan makhluk supranatural. Tidak hanya di Indonesia, di berbagai penjuru dunia terdapat kepercayaan pada makhluk supranatural seperti praktik-praktik sihir di Afrika dan Amerika Selatan. Bahkan, setelah kemunculan agama Abrahamik yang mempercayai wahyu firman tuhan, keberadaan makhluk supranatural ini masih disebutkan dalam ajarannya sebagai makhluk tuhan.
Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan keberadaan makhluk supranatural selalu menimbulkan pertanyaan, karena keberadaanya yang tidak bisa dijelaskan dengan akal manusia. Namun, kepercayaan terhadap keberadaan makhluk supranatural menjadi hal sangat menarik, sehingga banyak sekali film yang mengangkat makhluk supranatural sebagai objek utama dari film tersebut. Keberadaan makhluk supranatural menjadi hal yang menghibur bagi masyarakat modern ditunjukan dengan larisnya film-film bertemakan hal supranatural. Tidak hanya yang berasal dari film, pengalaman supranatural seseorang pada tempat tertentu juga menjadi menarik pada komunitas tertentu karena adanya perasaan dekat dengan hal tersebut jika berada pada wilayah yang sama, misalnya kejadian horor di Kampus Universitas Indonesia.
Kisah Horor di Universitas Indonesia dan Pendapat Para Mahasiswa tentang Makhluk Supranatural
Perkembangan cerita horor yang terjadi di tingkat universitas masih terus berkembang hingga saat ini. Siapa sangka jika Universitas Indonesia dengan wilayah kampusnya yang cukup luas dan dipenuhi dengan hutan serta enam danaunya, justru juga diisi dengan berbagai cerita horor dan juga urbang legend yang ramai diperbincangkan di kalangan mahasiswa. Menurut perbincangan mahasiswa-mahasiswi yang menempuh pendidikan di salah satu universitas terbaik ini, tak jarang mereka mendengar cerita mistis tersebut atau mengalaminya sendiri.
Dari banyaknya cerita horor yang tersebar di kalangan sivitas Universitas Indonesia, beberapa cerita di antaranya sudah menjadi topik yang pasti terkenal di setiap angkatan. Sebut saja cerita hantu di TekSas, yaitu salah satu jembatan yang menghubungkan fakultas teknik dan fakultas ilmu budaya, cerita hantu perempuan selendang merah di tempat parkir kendaraan bis kuning (BiKun), hingga cerita horor mengenai BiKun gaib yang hilang setelah mengantarkan salah seorang mahasisiwi ke salah satu halte di Universitas Indonesia.
Berkembangnya kisah horor di lingkungan akademik menunjukan bahwa keberadaan makhluk supranatural masih menjadi hal yang menarik bahkan dikalangan akademisi itu sendiri. Meski banyak teori yang mencoba menampik tentang keberadaan makhluk supranatural, namun keberadaan dari makhluk ini masih sering diceritakan. Oleh karena itu Tim Litbang Suara Mahasiswa melakukan wawancara pada beberapa responden di Universitas Indonesia mengenai keberadaan makhluk supranatural.
Pada pertanyaan mengenai pendapat mereka tentang makhluk supranatural jawaban yang didapat cukup beragam, pada pendapat yang yakin tentang adanya keberadaan makhluk supranatural didasari dengan pemahaman agama yang mereka anut. “Menurut gue, makhluk halus itu ada. Tempat tinggal mereka sama kayak kita tapi kita enggak bisa liat mereka aja. Dan di Al-Quran juga ada bukti bahwa mereka ada, makanya gua percaya mereka ada.” tutur Responden 1 FIB 2023. Tidak jauh berbeda Kishi Shafaqa, FIB 2023 juga memberikan pendapat “Menurut saya, makhluk supranatural itu benar adanya karena disebutkan eksistensinya dalam Al Qur'an dalam bentuk jin, namun kita tidak perlu takut atas keberadaannya karena manusia dan jin hidup di alam yang berbeda”, Afifah Salsah, FH 2020 memberikan pendapat “Makhluk yang ada di dunianya sendiri. Keberadaanya antara percaya ga percaya. Kaya ada hal hal tertentu yang gue percaya, tapi yang pasti gue ga percaya kalo dia itu asalnya dari manusia yang mati trus ga tenang. Al-Quran menyebutkan juga sih keberadaan makhluk ini ”.Terdapat juga narasumber yang memiliki pendapat antara mempercayai atau tidak mempercayai dikarenakan minimnya bukti dan pengalaman tentang keberadaan makhluk supranatural, seperti yang dikatakan Nathanael Yudistira, FPsi 2023 “ Pendapat gue tentang makhluk supranatural, jadi pokoknya, menurut gue, kayak, gue tuh gini, kalo di FSP (Filsafat dan Sejarah Psikologi), namanya dualist kan, tapi lebih spesifik, I found it, itu namanya vitalism. Dimana kalo consciousness kita itu ga bisa didefinisikan dengan sel-sel doang gitu. Jadi menurut gue di atas sel-sel yang kita punya, consciousness itu ada beda lagi. Dan menurut gue, supranatural itu kayak, logikanya gini, misalkan kalo gue time-travel ke 1700-an, habis itu gue ngomong-ngomong tentang kayak apalah kelistrikan, magnet-magnet, itu kayak, gue bakal penyihir-penyihir gitu kan, itu supranatural, tapi sekarang kita udah ngerti, magnet gini, listrik gini. Menurut gue kalo makhluk supranatural itu mungkin ada kemungkinannya ada benar, tapi itu bukan sesuatu yang, ya sekarang kita considernya mistis, tapi mungkin nanti di masa depan bisa dianalisis gitu”, pendapat yang senada juga muncul dari Responden 2, FH 2020 “ Jujur bingung sih kalo ditanya pendapat soal makhluk supranatural, karena mereka sebenarnya ada tapi beda dimensi sama manusia, walaupun banyak orang yang sudah merasakan secara langsung, tapi gua sendiri ga merasakan jadi bingung juga tuh mau percaya atau ga”. Dari opini-opini narasumber dapat dilihat bahwa keberadaan makhluk supranatural masih menjadi perdebatan batin karena banyak kisah yang menyebutnya ada tetapi diri pribadi belum bisa menemukan bukti keberadaan itu. Bagi narasumber yang percaya, peran agama atau kepercayaan sangat kuat dalam memberikan pemahaman mengenai makhluk supranatural.
Sehubung dengan yang dipaparkan sebelumnya bahwa keberadaan makhluk supranatural memiliki pergeseran peran menjadi hiburan yang dikomersialisasi dalam bentuk film, oleh karena itu narasumber diberikan pertanyaan mengenai dampak dari film dalam mempengaruhi penggambaran perspektif mereka pada makhluk supranatural. Dari Responden 1 dan 2, FIB 2023 berpendapat bahwa film yang mereka tonton cukup untuk menakuti bahkan menghambat aktivitas mereka “Menurut gua, film itu mempengaruhi banget pola pikir kita. Contoh, film makmum. Gua jadi bersugesti soal setannya makanya gua jadi takut” “ Iya. Karena setiap nonton, kadang psikologis manusia langsung parno. Contoh, cerita tentang shalat tahajud atau shalat malam tiba tiba ada setan, aku langsung parno buat shalat.”. Adapula yang menanggapi film hanya untuk hiburan semata jadi tidak dipikirkan terlalu jauh dan berpikir dengan jernih seperti yang dikatakan Afifah Salsah, FH 2020 “ Gue suka film horor sih, tapi ya buat sensasinya aja. Mau dibilang takut ya paling pas habis nonton aja, sejam dua jam juga bodo amat”, senada dengan pendapat ini Nathania Angelica, Fpsi 2023 berpendapat “Oke, kalo aku, sebenarnya, kalo sebelum aku nonton film horor mungkin ya. Kalo aku sebelum nonton film horor, mungkin kan aku masih anak-anak, jadi ga ngerti apa itu ya semua-semuanya, mungkin aku menganggap mereka juga cuma sahabat doang, cuma temen, cuma kayak ya, ya bisa diajak berkomunikasi. Cuma dianggap teman kan. Kalau ada film horor, emang cenderungnya lebih dibikin exaggeration ga sih? Lebih kayak ditakut-takutin, sengaja dibikin horornya itu, dibikin kental banget kan. Tapi sebenarnya aku juga sampai sekarang tuh, walaupun nonton film horor, aku gimana ya, udah netral aja sama mereka. Jadi kayak, aku kayak bisa membedakan mana yang film horor, mana yang bener-bener nyata gitu loh. Jadi sebenarnya aku pengalaman juga kan nonton film horor, terus aku kayak merenungkan sendiri di dalam hati, aku bilang kayak gini, (Sebenarnya, nggak semua film horor itu emang kayak gitu, semua hal yang supranatural itu emang bener-bener jahat) Aku lebih menganggap mereka itu kayak, oke, asalkan mereka gak ganggu aku, pasti ya mereka juga cuma pengen hidup. Jadi kayak, sebenarnya dua-duanya pengaruhnya itu ada positif negatifnya. Positifnya aku jadi kayak, lebih bisa menghargai mereka, lebih bisa kayak, oh iya, memang mereka itu sebenarnya ya ada di sini, bersama-sama kita ya kan, cuma asalkan kita ga ganggu ya semuanya ya berjalan baik. Kalo negatifnya, ya kita jadi semakin takut juga, cuma kayak aku mencoba, aku mencoba supaya bisa menetralkan lah, antara itu perasaan positif sama perasaan negatifnya gitu.”, disampaikan juga oleh Devita Vroege, FPsi 2023 “Iya, makes sense. Sebenernya, buat gue ya, at least, itu menarik. Karna tuh lucunya gini sebenernya, gue tuh takut ama film horor, tapi takutnya tuh lebih ke the way it’s filmed, jadi it has nothing to do with the setan-setannya gitu loh.” pemberi pendapat yang netral dan mencoba untuk berpikir positif ketiganya pernah dan dekat (anggota keluarga indigo) memiliki pengalaman supranatural.
Perspektif Akademik
Dalam wawancara sebelumnya diberikan pertanyaan mengenai pengalaman mereka terhadap makhluk supranatural, hasil dari wawancara tersebut akan dilampirkan pada artikel ini. Pengalaman supranatural yang dirasakan oleh narasumber memiliki penjelasan rasional. Dilansir dari Popular Science, Menurut Michiel van Elk, Profesor dari Leiden University mengatakan bahwa manusia cenderung mengembangkan cognitive bias yang memiliki alasan bagus untuk bertahan hidup, tetapi kecenderungan waspada ini dapat menimbulkan perasaan kehadiran orang di sekitar meskipun kita sendiri, dan dapat mengaktifkan the fight or flight reflexes yang membuat kita berteriak.
Meskipun seseorang tidak memiliki masalah kesehatan mental, kelelahan otak dapat menimbulkan halisinasi dan delusional. Tidak hanya halusinasi, kejadian yang sering kita ketahui dengan istilah “ketindihan” dapat dijelaskan bahwa kondisi ini disebut sebagai Rapid Eye Movement Sleep Disorder pada tahap ini mata akan bergerak dengan cepat tetapi tubuh tidak bisa digerakan karena otak memiliki sistem melumpuhkan tubuh untuk mencegah tubuh mewujudkan mimpi (tubuh bergerak tanpa sadar), sehingga ketika mata melihat tetapi otak perlu waktu untuk menonaktifkan sistem tersebut.
Otak kita seringkali mengerjai dirinya sendiri, seperti pada percobaan yang dilakukan pada tahun 2014, ahli saraf Swiss menutup mata sekelompok partisipan, lalu menghubungkan tangan mereka ke mesin yang melacak pergerakan jari. Saat subjek menggerakkan lengannya, robot pelengkap di belakang mereka secara bersamaan menyentuh punggung mereka dengan cara yang sama. Namun ketika penyelidik menunda peniruan gerakan perangkat animatronik hanya beberapa milidetik, beberapa orang melaporkan merasakan kehadiran cerdas di belakang mereka, seolah-olah ada roh yang menusuk mereka dari belakang. Para peneliti berpendapat gerakan yang terhenti mendatangkan malapetaka pada cara otak mengatur waktu sinyal yang masuk di frontoparietal cortex , yang mengontrol isyarat sensorik dan motorik yang masuk. Pencitraan selanjutnya pada orang-orang yang melaporkan merasakan bayangan paranormal di masa lalu menemukan banyak yang memiliki lesi di area materi abu-abu tersebut, sehingga mempengaruhi fungsi normalnya.
Melihat wajah atau hal-hal tertentu merupakan peran otak dalam menerima dan mengolah informasi. Otak seringkali menerima informasi secara jelas, namun ketika otak tidak menerima informasi secara jelas, maka akan mencoba mengambil informasi yang dimiliki. Otak juga mudah sekali untuk memiliki sugesti, semakin kuat sugesti yang ada semakin terpengaruh tubuh untuk mengikutinya. Sehingga pengaruh dari cerita dan gambar-gambar menjadi sumber informasi bagi otak untuk menjelaskan informasi yang tidak jelas.
Manusia cenderung mempercayai hal supranatural karena memiliki pola tersendiri. Pola-pola tersebut dapat berbentuk ramalan, self fulfilling prophecy berupa sebuah ekspektasi atau kepercayaan sehingga dapat mempengaruhi perilaku kebiasaan. Dalam European Journal of Social Psychology terdapat penelitian yang ingin mengetahui hubungan dari pola terhadap kepercayaan pada konspirasi dan supranatural, didapatkan hasil bahwa kepercayaan irasional berhubungan dengan distorsi proses kognitif yang normal dan fungsional disebut pattern perception. Manusia perlu mendeteksi keberadaan pola untuk berfungsi secara baik pada fisik dan lingkungan sosial mereka. Namun, proses dalam menemukan pola ini terkadang mengarahkan mereka untuk mendeteksi pola secara acak dan kacau sehingga munculah illusory pattern yang telah tersugesti menjadi dasar pada kepercayaan irasional.
Benda bergerak sendiri bisa disebabkan karena faktor fisika dan kimia dari benda tersebut. Melihat pengalaman dari narasumber yang melihat plastik remuk sendiri, kemungkinan plastik tersebut mengalami penyusutan akibat udara disekitar. Hal-hal tersebut perlu diperhatikan lebih detil untuk mendapat jawaban yang pasti.
Penutup
Manusia menjadi makhluk paling berpengaruh pada masa modern di bumi. Peradaban yang dibangun sejak dahulu terdiri dari berbagai hal salah satunya kepercayaan. Kepercayaan dahulu seperti animisme dan dinamisme mempercayai adanya kekuatan dari makhluk supranatural, makhluk supranatural ini dipercayai sudah mendiami bumi sangat lama. Seiring berkembangya ilmu pengetahuan, kepercayaan terhadap makhluk supranatural mulai ditinggalkan bahkan ditepis keberadaannya. Wawancara yang dilakukan pada lingkungan Universitas Indonesia menghasilkan kesimpulan bahwa keberadaan dari makhluk supranatural ini masih dipercayai namun tidak terlalu dipedulikan. Pengalaman supranatural dari narasumber menghasilkan kecenderungan bahwa narasumber yang memiliki pengalaman langsung tidak terlalu takut pada makhluk supranatural dan mencoba menyikapi dengan bijak. Pengalaman dari nasrasumber dilihat dari perspektif akademik memiliki penjelasan utama yang berasal dari otak. Otak manusia memiliki sistem pertahanan dan juga menangkap informasi dengan penuh dan jelas. Ketika informasi yang tidak penuh dan jelas diterima, maka otak akan mengambil informasi sesuai dengan pengetahuan yang dipunya, yang jika pengetahuan itu memberikan informasi berbahaya bisa saja kita akan mengalami kekhawatiran berlebih dan menimbulkan delusi. Peradaban manusia yang telah begitu lama dan unsur supranatural di dalamnya, membuat manusia memiliki kepercayaan tersendiri kepada keberadaan makhluk supranatural. Perkembangan ilmu pengetahuan yang mulai menggeser kepercayaan tersebut akhirnya menimbulkan pergolakan batin untuk mempercayai hal supranatural. “ Percaya ga Percaya” menjadi kalimat yang sering diucapkan ketika berbicara mengenai keberadaan makhluk supranatural. Walaupun sudah banyak penelitian yang dilakukan untuk menjelaskan fenomena supranatural, tetapi keberadaaan dari makhluk supranatural akan tetap ada pada orang-orang yang percaya.
Referensi
Bittle, J. (2020, October 6). Why do we see ghosts? Popular Science. https://www.popsci.com/story/science/ghosts-real-science/
Nevio, A. A. (2021, September 28). Penjelasan Sains Hantu: Mengapa Pengalaman Supranatural Biasa Terjadi. National Geographic. https://nationalgeographic.grid.id/read/132913890/penjelasan-sains-hantu-mengapa-pengalaman-supranatural-biasa-terjadi
Prinada, Y., & Idhom, A. M. (2021, February 19). Perbedaan Animisme dan Dinamisme: Sejarah, Pengertian, & Contohnya. Tirto.id. https://tirto.id/perbedaan-animisme-dan-dinamisme-sejarah-pengertian-contohnya-garT
Penulis: Sekar Innasprilla, Jolin Charis Zeng, Nadya Arsy Khairinnisa
Editor: Sekar Innasprilla
Ilustrator: Amalinda
Suara Mahasiswa
Independen, Lugas, Berkualitas
Lampiran Cerita Narasaumber
Afifah Salsah, FH 2020
“Pernah lagi nongki di dapur sama nyokap, terus ada nenek nenek numpang lewat naik tangga ke tangga buat jemur baju. Pernah juga pas sd gue lagi ngaca di jendela gitu (pantulan cahaya) terus ada makhluk di belakang gue”
Kishi Shafqa, FIB 2023
“Pernah, yaitu mendengar mainan yang memiliki rekaman dan keyboard berbunyi sendiri di tengah malam, dan melihat ART kesurupan. Namun, selebihnya saya tidak pernah”
Nathanael Yudhistira, FPsi 2023
“Jadi, ini gini, pokoknya ini terjadi pada gue, tapi gue masih kecil, jadi semua informasi
yang sekarang gue punya, sebagian besar dari semua informasi yang gue punya itu dari kayak, ortu gue sama kakek gue gitu. Gini ya, gini, jadi pokoknya kata ortu gue, ini makanya ini sih, soalnya gue lupa, tapi ada satu yang gue inget, jadi kayak gue ga yakin ini bener apa nggak gitu. Jadi, dulu kata ortu gue sama kakek gue, gue bisa ngeliat, pas gue kecil. Jadi katanya yang gue liat tuh ada kupu-kupu gede gitu. Sorry ya ini gue agak, agak… Soalnya kayak gue juga bingung, did this really happen in my life? Kayak pokoknya rumah gue lagi direnov, keluarga gue lagi visit, habis itu gue ga mau pulang, soalnya gara-gara gue kayak berdiri gitu ngeliatin, ga ada apa-apa di situ, tapi katanya ada kupu-kupu gede. Habis tuh, itu satu, pokoknya gue ngalamin tiga ya, ada tiga yang gue inget gitu, yang gue inget diomongin”
Anonymous, FH 2020
“Jadi waktu itu gua lagi ikut nyokap kerja di suatu rumah sakit. Fyi nyokap gua kerja di ruangan ICU which is itu tempat untuk pasien yang emang tingkat penyakitnya cukup parah. Waktu itu kejadiannya malam hari pas temen nyokap gua mau rontgen paru-paru karena doi batuk ga sembuh-sembuh terus gua diajak untuk ke bagian radiologi di lantai 1. Nah sebelum ke sana, temen nyokap udah konfirmasi lewat telpon dan diangkat sama karyawan disana, tp suara dari telpon nya tuh aneh gitu, jawabnya kaya sambil ketawa” dan tiba-tiba karyawan disana bilang “oke ditunggu 1 menit ya”. SANGAT GA MAKE SENSE karna posisi ICU di lantai 3 dan radiologi lantai 1 tapi beda gedung jadi harus jalan otomatis butuh waktu (tapi disini temen nyokap gua belom bilang apa-apa ke gua karna kayanya dia takut juga makanya ngajak gua) yaudah gua ikut turun tuh ke ruangan radiologi. Nah pas nyampe disitu ternyata ruangannya dikunci cuy, karna gua gatau apa-apa jadi gua biasa aja dan nunggu, tesu ga lama dateng tuh karyawannya dan anehnya dia malah kaget ngeliat gua sama temen nyokap yang nunggu di situ. Nah ternyata dia habis keluar beli nasi goreng terus temen nyokap gua nanya “loh td katanya di ruangan ada orang dan pas ditelp ada yang angkat kok” padahal si karyawan itu jelas-jelas dari luar dan sama sekali ga ngerasa ngangkat telpon tapi si karyawan itu ga kaget dengan kejadian tersebut dan dia malah bilang “ohh mungkin itu dijawab sama penunggu disini kali mbak”. NJIR PAS DENGER ITU GUA LANGSUNG MERINDING. Tapi tetep gua temenin temen nyokap untuk rontgen terus ya udah habis itu kelar gua langsung balik lagi ke ICU.”
Anonymous, FIB 2023
“Jadi pengalaman aku dimulai pada umur 6 tahun. Aku bangun tidur jam 5 di tengah rumah nenek aku. Itu aku lagi planga plongo, biasa bocil moment. Saat aku liat ke palang pintu yang gelap, isinya seperti ada kain putih yang digeber-geber. Tapi saat aku kesana, enggak ada orang sama sekali. Sehabis itu, aku langsung kabur ke kamar nenek aku. *ketawa*. Kalau enggak salah, kejadian sampai 2 kali”
Ivani Adiyanti, FPsi 2023
“Kalo aku ini pas kelas 7, nah, ada piano di rumah. Nah, ini nih, gini nih. Aku nih ada piano di rumah kan, piano listrik gitu loh, bukan piano klasikal karena mahal kan. Terus, nah pas itu, malem nih, malem, akunya tidur ama orang tuaku. Nah, abangku tidur di kamar lain,sebelah kamar orang tuaku. Malem-malem aku denger lagu bunyi dari kamar bawah, kamar bawah kan yang ada pianonya. Gak tau lagu apaan, pertama, aku pikir, loh abangku pasti di bawah kan, lagi main, soalnya abangku itu juga pengen belajar piano. Aku bangun dong, mau ganggu abangku. Tapi pas aku cek, lewat nih, lewat nih kamar abangku nih, aku liat, lah? Abangku di dalem. Jadi di bawah siapa? Terus aku kayak, cuman diem, aku langsung balik kamar, sumpah. Aku langsung balik kamar, aku kayak tidur kan. Ga bisa tidur cuman kayak ya udahlah tidur tidur! Nah, keesokan harinya, aku ngecek, ngecek kebawah, aku liat, lah, kan piano listrik pake colok, tapi pianonya ga kecolok. Pas aku cek lagi, pas aku colok lagi, aku kan mau latihan juga sekalian, walaupun takut kan. Aku cek rekaman, ada suaranya. And for some reason, sejak itu, pas aku latihan itu, aku gak tau ini kayak, belakangku itu, bayangan noni Belanda. Nah, itu kan pertama, memang di kamar itu agak aneh. Nah yang kedua, aku tidur di kamar itu juga, karena pas waktu itu kan lagi Covid, jadi aku gak bisa tidur di kamar orang tuaku kan. Akhirnya aku tidur di kamar itu. Nah, itu malem-malem, ini pas aku kelas 12, beneran. Jadi aku mau kencing nih, kebelet. Aku ke kamar mandi, abis ke kamar mandi aku mau balik kan, nah, di kamar mandi itu kan deket ruang tamu, ruang tamu ada meja nih. Meja, terus kan gelap, aku ga buka lampu sama sekali, ada plastik nih. Inget ya, di ruang tamuku sama sekali ga ada jendela, aku nih lagi mau ke kamar balik nih, udah itu tiba-tiba dari belakang ada suara plastik. Main-mainin plastik gitu loh. Aku diem nih, diem bentar. Lalu tiba-tiba, bodohnya aku, aku balik, balik badan. Sumpah cuy, aku memang ga tau itu apaan, tapi plastiknya gerak. Literally bukan gerak plastik diangkat gini loh, kayak literally lu remes plastik, gitu-gituin. Sumpah ini aku ga boong. Aku cuman liat abis itu kayak balik badan, jalan dikit, langsung lari cuy! Aku masuk kamar, masuk kamar pun suara plastiknya masih ada. Abis itu, aku ketindihan. Ketindihan ini, aku gak tau ketiduran apa, aku tidur di kamar yang sama. Ada piano, ada itu, kejadian itu semua di kamar itu gak tau kenapa. Aku tidur nih, tidur, tiba-tiba kok ada, aku mimpi ada yang kayak jalar di sini, kayak tikus gitu jalar gitu kan. Nah terus aku kebangun gitu, soalnya ada yang gerak kan. Pas aku kebangun, aku gak bisa gerak, aku ga bisa teriak, aku ga bisa ngapa-ngapain. Beneran aku diem, diem doang kan. Terus aku ngucapin doa, doa dari agamaku kan, doa-doa, gak bisa. Aku literally otakku tiba-tiba ngefreeze gak bisa ngapa-ngapain, gak bisa gerak, gak bisa apa. Tapi, karna kamarku deket kayak, pasar malam gitu, jadi kan suara luar lu denger kan. Suara luar tuh kedengeran, tapi aku gak bisa ngapa-ngapain. Tiba-tiba, kakiku ini berat. Aku gak tau, mungkin kalian gak percaya, tapi sumpah, literally aku diangkat. Aku bisa liat tubuhku, aku diangkat. Literally aku sampe tegak gini, sumpah. Terus aku kayak anjir anjir mampuslah, terus aku kayak berusaha baca doa baca doa, abis itu aku kayak beneran dihempas balik, aku bangun nih. Udah bisa gerak, tapi suara dari luar, sama kejadian tadi, masih sama, masih berlanjut. Itu beneran aku keangkat pertama kali.”
Giselle Theodora, FPsi 2023
“Iya, tapi aku ceritakan salah satunya aja, karna yang satu ini memang jelas banget. Aku inget banget soalnya. Waktu itu aku masih kecil, ke bandara gitu kan. Waktu itu udah jam 1-an sih, terus aku kayak antara ngantuk dan ga ngantuk, tapi waktu itu aku ga terlalu ngantuk sih, kayak, ya udah sadarlah. Terus setelah itu, kan aku kan suka liat pemandangan, kalo misalnya ke bandara gitu, terus pas aku liat pemandangan hutan, bandara kan ada hutan-hutannya gitu kan pasti, aku kayak, aku liat hutan itu ada kuyang. Kayak setan yang keliatan organnya. Aku kayak, “Apa pula yang aku liat itu?!” Aku kayak liat lagi, lah, udah ga ada. Ya itu. Itu aku inget jelas, aku inget jelas banget. Makhluk itu melayang-layang”
Nathania Angelica, FPsi 2023
“Oh, boleh boleh. Jadi kalo secara pribadi sendiri ga pernah, karna aku ga pernah punya indigo, ga pernah punya apa-apa. Cuma, keluarga aku banyak yang indigo, adik aku indigo, ayah aku indigo. Jadi ayahku ini sering ketemu yang supranatural gitu. Jadi waktu itu lagi di jalan raya atau lagi di jalan tol, kebetulan kan kami orangnya pindah-pindah ya, jadi ayah kan selalu jadi supir, selalu nganterin kami lewat mobil. Kadang-kadang kan, pas pindahan itu, ada yang harus ngelewatin hutan, harus bener-bener ngelewatin tempat yang ga ada orangnya sama sekali dan itu malem. Waduh, makin bahaya. Jadi, ayahku tuh udah sering, kalo ngelihat supranatural itu yang di jalan raya gitu kan, yang di deket hutan, pohon-pohon, di tol juga ada di tol, apa namanya, lewat doang tiba-tiba ya kan, cuma ayah aku bilang, kalo hal-hal seperti itu jangan berhenti, kalo mereka ada di situ jangan diliatin aja, biarin aja, kita lurus aja. Terus kalo, ayahku lagi, ayahku pindah-pindah lagi kan, ini baru di rumah di Jawa. Jadi di Jawa ini, baru pindahan banget. Jadi cuma ayahku yang ada di rumah, rumah itu, rumah pindahan baru itu kan. Terus pas ngeliat di bagian gudang, pas baru keluar dari kamar, ngeliat di bagian gudang, tiba-tiba ada sosok cewek ya kan, rambutnya panjang, pakai baju putih ya kan, dia ngeliatin ayahku doang. Cuma ayahku bilang, kamu jangan di sini ya, saya menghargai kamu di sini, tapi jangan gangguin saya. Oke, terus, kalo adik aku, uh adik aku serem banget. Adik aku tuh waktu kecil itu indigo, untungnya sekarang udah nggak indigo. Tapi pas dia indigo, waktu itu rumah aku tuh di bagian Sumatera, di Sumatra rumahnya itu belakangnya tuh hutan, bener-bener hutan. Ada hutan bambu, hutan kelapa, ya semuanya, ada banyak pohon ya kan. Terus, adik aku ini sering main keluar, keluar ke halaman belakang, buat main bola, ya kan. Suatu hari dia main bola, terus dia malah main sendiri gitu, malah kayak, “Eh eh, jangan jangan, ini bola aku!” Terus-terus, oh my God, terus dia kabarin ke ibu aku, dia kabarin ke mama aku, katanya, “Ma, ma! Liat tuh, itu bajuku udah mau diambil! Jemuranku udah mau diambil, bantuin bantuin!” Katanya gitu, padahal gak ada orang sama sekali. Makanya serem banget. Terus di rumah yang sama, itu di Sumatera juga, dia itu, jadi kan di kamar mama aku ada lemari yang tinggi banget. Nah, terus, ketika adik aku masuk, adik aku tuh langsung ngomong, kayak gini, “Ma, ma, itu di atas siapa? Bahkan Kakak Tania aja gak bisa manjat ke atas lemari itu.” Terus mama aku bingung dong, “Itu siapa? Emang siapa?” Terus kalo kata adik aku, pas ditanya-tanya lagi, itu kayak merangkak gitu. Serem banget! Jangan dibahas, aku udah menggigil! Setiap kali bahas itu serem banget, mana ini di kos lagi, sendirian. Waduh. Terus, terakhir terakhir, mamaku juga pernah nih. Mama aku juga pernah, penampakan, bukan penampakan sih, lebih kayak situasi. Jadi waktu itu, mama aku sendiri di rumah. Aku udah tidur, yang lain-lainnya pokoknya semuanya udah tidur ya kan. Ayahku pergi keluar. Pas mamaku lagi di rumah, lagi nonton TV, malem-malem, di ruang tamu tuh. Di sebelah TV, itu kan ada sepeda, nah, sepedanya ini tiba-tiba gerak sendiri. Handlenya itu loh, yang buat genjotnya itu, genjotnya itu goyang sendiri. Bener-bener kayak ada yang lagi mainin kan. Terus akhirnya mama aku bilang, “Kamu jangan gangguin kami ya, anak-anak aku lagi tidur, kamu di sini main gapapa, yang penting kita di sini bareng-bareng ya, jangan saling ganggu.” Nah, gitu hahaha. Serem sih tapi.”
Kontributor