Logo Suma

#SatuUntukSatu: Jaga Komunikasi Selama Pandemi

Redaksi Suara Mahasiswa · 5 Agustus 2020
3 menit · - kali dibaca
#SatuUntukSatu: Jaga Komunikasi Selama Pandemi

By Kampanye Suara Mahasiswa UI

“Saya jadi merasa tidak ada motivasi untuk menyelesaikan berbagai macam tugas. Biasanya saat stres mengerjakan tugas saya dapat selalu pergi bersama teman-teman untuk melepas penat, namun karena pandemi jadi tidak bisa and it took a toll on me.”

“Rasanya tidak ada stimulus yang dapat memberikan saya semangat dalam melakukan kegiatan akademik. Jarang ada kontak dengan mahasiswa lain. Tidak bisa lagi ke Perpusat. Teman-teman kebanyakan pada pulang kampung dan semakin menjauh. Selain itu rasanya semakin susah menghubungi dosen. Pada akhirnya saya merasa tertinggal dibandingkan teman-teman saya yang lain. Saya semakin cemas dan gelisah terhadap nasib saya sendiri.”

Curhatan seperti kutipan di atas adalah contoh ungkapan perasaan para mahasiswa yang ditemukan dalam survei yang dilakukan Suara Mahasiswa. Kutipan-kutipan di atas barangkali juga mewakili banyak isi kepala mahasiswa lainnya. Satu semester telah mereka lewati melalui layar gadget masing-masing, bukan tak mungkin hal ini dijalani dalam kondisi mental yang sulit. Sebab, terjadinya pandemi Covid-19 telah menyebabkan banyak perubahan yang tak pernah disangka-sangka sebelumnya, termasuk perubahan pola interaksi sosial.

Akibatnya, manusia terpaksa membatasi percakapan secara langsung dan beralih pada percakapan secara daring melalui sambungan telepon, teks, ataupun panggilan video. Sebagai makhluk sosial yang tentunya membutuhkan makhluk lain, interaksi sosial adalah sesuatu yang esensial dalam kehidupan manusia—dan percakapan secara daring belum tentu dapat menggantikan kebutuhan ini.

Perubahan yang terjadi tersebut dialami oleh seluruh umat manusia, termasuk mahasiswa. Mahasiswa yang biasanya berkerumun di kampus dan sekitarnya harus rela kehilangan momen-momen tersebut karena kampus ditutup dan kegiatan perkuliahan dilaksanakan dengan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Akibatnya, para mahasiswa kembali ke daerah asalnya masing-masing dan aktivitas di luar kegiatan perkuliahan seperti acara maupun organisasi kemahasiswaan pun dilaksanakan secara daring.

Perkuliahan tatap muka yang terpaksa digantikan dengan PJJ menyebabkan mahasiswa mengalami gejolak psikologis. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti interaksi sosial terbatas yang menimbulkan rasa kesepian karena kelas kuliah yang biasanya ramai bersama kawan harus dijalani sendiri-sendiri dari rumah, masalah dalam penyesuaian diri terhadap pembelajaran yang serba daring, hingga kesulitan finansial akibat pandemi COVID-19 yang diperparah oleh kebutuhan finansial untuk membeli kuota internet dalam menunjang PJJ yang kian membengkak.

Hal ini terlihat dari data survei Tim Litbang Suara Mahasiswa UI yang sudah melibatkan sebanyak 110 responden dari 11 Fakultas dan Program Pendidikan Vokasi UI, ditemukan sejumlah permasalahan psikologis yang dialami mahasiswa/i UI selama Pembelajaran Jarak Jauh. Sebanyak 63,6% mahasiswa/i merasa lebih kesepian selama pandemi Covid-19. Kecemasan juga menjadi salah satu permasalahan yang menonjol di antara mahasiswa. Sebagian besar (39,1%) responden melaporkan rasa cemas dengan intensitas sangat tinggi, dan 63.6% dari kelompok ini menyatakan bahwa tingginya kecemasan yang dialami merupakan implikasi dari rasa kesepian yang dialami selama pandemi. Tak hanya itu, mayoritas (50,5%) responden juga merasa sering sedih, tertekan dan putus asa selama pandemi. Rasa kesepian serta tekanan di masa pandemi yang para responden alami merupakan alasan yang cukup besar yang melandasi permasalahan tersebut.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Suara Mahasiswa UI mengajak seluruh mahasiswa UI untuk membantu menjaga kesehatan mental teman-teman sesama mahasiswa/i kita di masa pandemi Covid-19 melalui social campaign dengan tagar #SatuUntukSatu. Kami menyadari bahwa diperlukan komunikasi yang tetap terjalin erat sangat dibutuhkan demi menghadapi ancaman masalah psikologis selama pandemi ini. Untuk itu, melalui #SatuUntukSatu, kami berkeinginan untuk mengajak setiap pembaca supaya bersedia menjangkau, memastikan keadaan, serta menyediakan diri untuk menjadi wadah bercerita, minimal bagi satu orang temannya; sebab terkadang kalimat sesederhana "apa kabar?" atau "aku ada untukmu" bisa begitu berharga bagi seseorang, terutama di masa-masa sulit seperti sekarang ini.

Untuk mendukung kampanye tersebut, kami akan menyediakan konten melalui kanal media sosial Suara Mahasiswa UI berupa artikel maupun konten yang dikemas secara visual. Mari berpartisipasi dalam kampanye #SatuUntukSatu karena uluran tangan dan telinga darimu bisa jadi merupakan secercah harapan bagi orang-orang di sekitarmu!

Di samping itu, Suara Mahasiswa UI membutuhkan kesediaan kamu untuk berpartisipasi dalam survei ini. Tanggapan yang kamu berikan akan berpengaruh terhadap jenis konten apa yang akan dibawakan oleh Suara Mahasiswa UI dalam kampanye media sosial ini. Yuk, suarakan apa yang kamu rasakan tentang isolasi sosial selama pandemi ini melalui bit.ly/SurveiDampakIsolasiSosial !

Tim Penggarap