
Sejumlah calon dosen dan tenaga kependidikan mengalami keracunan makanan dalam program induksi bagi Calon Pegawai Universitas Indonesia (CPUI) angkatan 11 dari berbagai unit. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 2–4 Juli lalu di penginapan Caldera Adventure, Sukabumi.
Menanggapi kejadian itu, UI mengklaim akan menanggung seluruh biaya medis peserta. “Peserta yang mengalami gejala dimohon segera memeriksakan diri ke RS Universitas Indonesia (RSUI), dengan seluruh biaya pemeriksaan dan penanganan medis ditanggung sepenuhnya oleh UI,” tulis Erwin Agustian Panigoro, Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah dan Internasional saat diwawancarai pada (12/7).
Selain itu, UI membuka pula hotline pengaduan dan menuntut pertanggungjawaban pada pihak penyedia layanan. Melalui keterangan resminya, UI menyebut tidak dapat merinci identitas maupun data kesehatan peserta karena terikat ketentuan dalam Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi.
Lebih lanjut, UI akan melakukan evaluasi menyeluruh atas tata kelola penyelenggaraan kegiatan agar kejadian serupa tidak terulang. UI juga belum dapat memastikan penyebab ataupun pihak yang bertanggung jawab sebelum proses evaluasi selesai.
“Ke dalam, UI melakukan evaluasi menyeluruh atas tata kelola penyelenggaraan kegiatan termasuk standar pemilihan dan pengawasan penyedia layanan agar kejadian serupa tidak terulang. Ke luar, UI menunggu dan menilai penjelasan resmi dari pihak penyedia layanan sebagai dasar langkah pertanggungjawaban selanjutnya,” papar Erwin.
Teks: Kimora Lynne
Editor: Dela Srilestari
Foto: Istimewa
Desain: Allisya Putri Ramadhani
Pers Suara Mahasiswa UI 2026
Independen, Lugas, dan Berkualitas!
Kontributor