Logo Suma

Sejumlah Petugas Kebersihan UI Belum Terima Gaji Februari

Redaksi Suara Mahasiswa · 11 Maret 2026
2 menit

Petugas kebersihan yang bekerja di lingkungan Universitas Indonesia (UI) belum menerima gaji bulan Februari hingga Rabu (11/3). Situasi ini menimbulkan kesulitan ekonomi bagi para pekerja.

Berdasarkan surat resmi nomor S-392/UN2.LOG/LOG.01.03/2026, keterlambatan pembayaran terjadi akibat kendala dari perusahaan penyedia jasa kebersihan, PT Sumber Gunadinamis. Dalam surat itu disebutkan bahwa perusahaan tersebut mengalami kendala finansial untuk memenuhi kewajiban pembayaran gaji pada tahun 2026.

Tertulis pihak kampus telah melayangkan Surat Peringatan (SP) 1, SP 2, dan SP 3 kepada vendor tersebut. UI juga menyatakan ultimatum agar vendor membayar gaji pekerja paling lambat Selasa (10/03). Namun, hingga Rabu (11/3), pembayaran gaji tak kunjung ditunaikan.

Keterlambatan gaji tersebut berdampak langsung pada kehidupan para pekerja yang sebagian besar berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Beberapa petugas mengaku terpaksa meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, sebagian lainnya harus menghadapi tekanan dari pemilik kontrakan karena keterlambatan pembayaran sewa.

Priyanto, salah satu petugas kebersihan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI, mengatakan keterlambatan mulai terjadi sejak bulan Februari tahun ini. “Awalnya [bulan Januari] memang lancar, gaji bisa dibayarkan tepat waktu. Tapi masuk bulan kedua, [bulan Februari], mulai lambat seperti sekarang,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa gaji selalu cair paling lambat tanggal 7 setiap bulan. Setelah melewati tanggal 10, para pekerja hanya bisa menunggu janji baru yang menyebutkan pembayaran akan dilakukan paling lambat Kamis atau Jumat pekan ini.

Priyanto juga mengungkapkan beberapa petugas sempat resah ketika mengetahui petugas keamanan di lingkungan UI telah menerima gaji sekaligus Tunjangan Hari Raya (THR).

Namun, ia menjelaskan kondisi tersebut disebabkan oleh perbedaan vendor antara petugas keamanan dan petugas kebersihan. “Petugas keamanan itu beda vendor sama kita, jadi memang tidak bisa disamakan,” jelasnya.

Meski demikian, rasa kecewa tetap muncul, terutama karena keterlambatan gaji terjadi di bulan Ramadan. “Ya, namanya kita belum gajian. Apalagi di bulan puasa ini, ya, rada kesal juga,” keluh Priyanto.

Ia berharap agar UI dapat lebih selektif memilih perusahaan penyedia jasa agar kejadian serupa tidak terulang. “Sebenarnya kami berharap UI lebih selektif memilih vendor. Dilihat juga rekam jejaknya supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” pungkasnya.

Selain itu, salah satu petugas kebersihan Asrama UI, Husna, pun harus menanggung beban keluarga besar ketika gaji belum diterima. Ia mengungkapkan tengah menghidupi lima anak dan tiga cucu di tengah kondisi suaminya yang tidak bekerja.

Menanggapi persoalan tersebut, UI berencana mengambil langkah tegas dengan melakukan pemutusan kontrak secara sepihak terhadap PT Sumber Gunadinamis. Apabila vendor tidak membayar gaji sesuai tanggal yang dijanjikan, UI akan melakukan pembayaran gaji secara langsung kepada para petugas kebersihan. Mekanisme tersebut dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Teks: ‘Izza Billah

Editor: Alya Putri Granita

Foto: Istimewa

Desain: Tri Rahma

Pers Suara Mahasiswa UI 2026

Independen, Lugas, dan Berkualitas!