
Dalam rangka merayakan HUT BNI yang ke-76, aksi serentak dilakukan oleh Climate Rangers Jakarta, 350 Indonesia, Yayasan Cerah, Koprol Iklim, BEM FH UI, BEM FMIPA UI, dan Fossil Free UI pada Selasa (05/07). Massa aksi datang dengan membawa tuntutan yang sama, yaitu agar BNI tidak lagi mendukung dan mendanai proyek batu bara.
Kendati BNI sudah merilis obligasi korporasi berwawasan lingkungan yang disebut Green Bond, namun penerbitan obligasi ini sangat bertolak belakang dengan fakta bahwa BNI masih menjadi salah satu sponsor terbesar proyek batu bara. Menurut Jeri Asmoro dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) 350 Indonesia, kontradiksi ini bak gimmick marketing belaka. Ia kemudian melanjutkan, “Bagaimana tidak, daya rusak batu bara sangat berbahaya, baik secara ekologis maupun sosial.”
Sambutan Kooperatif Pihak BNI
Aksi simbolik mengusung tema utama ‘merayakan HUT BNI yang ke-76’ sehingga massa aksi bersama-sama berjalan tidak hanya membawa poster, tetapi juga kue ulang tahun dan riasan badut. Aksi dimulai pukul 10.00 WIB dari titik awal Terowongan BNI City dan berakhir di Graha BNI. Pihak BNI telah menyambut massa aksi di depan pagar hitam Grha BNI lengkap dengan sejumlah personel polisi.
Dalam rilis pers yang dikeluarkan, Ginanjar Ariyasuta dari Climate Rangers Jakarta menyatakan, “BNI harus sesegera mungkin menghentikan pendanaan ke batu bara. Krisis iklim berdampak multidimensi mulai dari lingkungan, ekonomi, sosial, sampai ksehatan. Maka, segera hentikan pendanaan ke batu bara atau BNI tidak bisa lagi merayakan ulang tahun nantinya,”
Senada dengan Ginanjar, perwakilan dari BEM FH UI dalam orasinya menekankan urgensi dari dihentikannya pendanaan batu bara oleh BNI demi kepentingan bersama: bahwa kondisi lingkungan di bumi terancam semakin berada di ujung tanduk, dan implikasi dari hal ini menyangkut kehidupan seluruh makhluk hidup. “Proyek-proyek yang dilakukan (BNI) kontradiktif dan kontraproduktif terhadap upaya pemerintah secara global. Dan bencana-bencana tentu akan menghampiri. Jadi tolong kali-kali dibayangkan, mau di mana cucu kita tinggal? Mau di mana anak kita tinggal? Dan mau di mana BNI ini beroperasi kalau buminya itu hilang, buminya itu tenggelam.”
Setelah orasi dilakukan, massa aksi memberikan kue ulang tahun kepada pihak BNI. Perwakilan dari pihak BNI pun keluar dari pagar yang dijaga oleh polisi untuk meniup lilin yang sudah disediakan oleh massa aksi. Sesi tiup lilin selesai, aksi pun berakhir dengan diterima rilis pers oleh pihak BNI.
Aksi berjalan dengan cepat, penyebab utamanya adalah pihak BNI yang cukup kooperatif terhadap massa aksi. Ammar, Deputi Internal Kastrat BEM FMIPA UI, mengaku bahwa sikap kooperatif pihak BNI memang tidak jarang ditunjukkan. Menurutnya, hal ini terjadi karena aksi sempat dilakukan beberapa kali sebelumnya dan tuntutan yang sama membuat aksi pagi ini selesai dengan cepat. Meskipun beragam aksi telah dilakukan sebelumnya, namun belum ada hasil konkrit yang memuaskan dari BNI terkait keterlibatannya dalam krisis iklim.
Batu Bara: Isu yang Tidak Berkesudahan
Batu bara adalah energi fosil yang berbahaya bagi manusia. Dilansir dari Komitmen Iklim, pertambangan batu bara sangat merugikan masyarakat dan bumi, mulai dari bekas penggalian yang ditelantarkan sampai energi itu sendiri. Bekas penggalian yang ditinggalkan begitu saja tanpa reklamasi sangat membahayakan masyarakat karena mencemari udara.
“Tahun lalu, ada 7,6 juta orang yang harus mengungsi dan menderita,” ujar Mellisa, perwakilan dari LSM Extinction Rebellion. Daya rusak batu bara sangat besar, berdasarkan data yang didapatkan oleh Data International Energy Agency (IEA), tambang batu bara Indonesia menghasilkan 1,18 juta ton metana yang setara dengan 101 juta ton CO2.
Berdasarkan laporan Intergovernmental Panel on Climate Change yang baru rilis pada Maret lalu, menyebutkan bahwa krisis iklim tidak dapat dihindari dan dampaknya sudah dirasakan oleh berbagai belahan dunia. Penggunaan energi fosil merupakan salah satu penyebab dari krisis iklim tersebut. Oleh karena itu, penggunaan batu bara harus segera dihentikan dan beralih ke energi terbarukan yang sesungguhnya sangat melimpah di Indonesia.
“Ini data dari PLN langsung, ya. Potensi energi terbarukan di Indonesia itu gede banget, sampai 430 Giga Watt (GW). [Potensinya] 430 GW dan tersebar,” ucap Ginanjar Ariyasuta dari Climate Rangers Jakarta.
Tuntutan Aksi: Hentikan Pendanaan Batu Bara!
Dengan mengetahui seberapa besar bahaya penggunaan batu bara, massa aksi menuntut BNI untuk mencabut segala dukungan dan pendanaan terhadap energi fosil tersebut. Dampak dari pertambangan batu bara yang tidak hanya membahayakan bumi, tetapi juga makhluk hidup yang hidup di dalamnya.
Setelah aksi yang dilakukan pada hari ini, yang bertepatan dengan hari ulang tahun BNI, para massa aksi berharap BNI segara menghentikan pendanaan ke batu bara. Rafly Ruben dari BEM FMIPA menyatakan bahwa transisi energi menuju energi bersih terbarukan menjadi prioritas utama yang harus disegerakan oleh berbagai pihak, baik pemerintah dan swasta. “Kami harap BNI selaku salah satu bank terbesar di Indonesia dapat dengan tegas menghentikan proyek PLTU dan energi fosil lainnya dan segera beralih ke energi terbarukan yang terbukti melimpah di Indonesia,” tambah Rafly.
Teks : Khadijah Putri
Foto : Khadijah Putri
Editor : Syifa Nadia
Pers Suara Mahasiswa UI 2022
Independen, Lugas, dan Berkualitas!
Kontributor