
Melanjuti rangkaian Pemira IKM UI, eksplorasi Calon Anggota MWA UI UM 2022 pun diselenggarakan pada hari Minggu (21/11) kemarin. Dalam eksplorasi perdana ini, calon tunggal MWA UI UM 2022, Taqiyuddin Rosyid dari Program Studi Antropologi Angkatan 2018, memaparkan visi dan misi, nilai, serta program unggulan di hadapan peserta forum, meliputi IKM UI, Timses, panitia Pemira, serta empat panelis. Pada kesempatan ini, empat panelis inilah yang melangsungkan sesi tanya jawab bersama dengan Calon Anggota MWA UI UM 2022.
Dalam sesi tanya jawab, isu Statuta UI menjadi salah satu poin yang ramai diperbincangkan oleh para panelis dengan calon MWA UI UM 2022. Taqiyuddin Rosyid menilai, kecacatan formal serta materiil dalam PP 75/21 Statuta UI perlu direvisi dengan mendorong adanya executive review pada esensi yang dibahas. “Jadi, selama pengajuan itu diharapkan kecacatan formil itu udah gak ada, sih. Jadi udah dilibatkannya (empat organ UI-Red), mungkin dalam pengajuannya,”
Solusi yang diberikan pada polemik Statuta mengarah pada ke bentuk peraturan yang dibuat. “Kita dapat mengajukan rancangan prosedur monitoring, kita juga bisa pada akhirnya meminta executive review ke tingkat menteri,” ujarnya.
Selain permasalahan Statuta, kabar perihal Permendikbud No. 30 2021 mengenai Pencegahan dan Penghapusan Kekerasan Seksual (PPKS) yang baru mencuat ke permukaan turut menjadi perhatian. Ketua Adkesma BEM UI, Prasasta Putra Tangkas, mempertanyakan advokasi crisis centre yang akan dilakukan oleh MWA UI UM nantinya. “Mengadvokasi kebijakan, itu turunan dari Permendikbud,” ujar Taqiyuddin Rosyid, meskipun ia melanjutkan bahwa ia belum membaca secara utuh isi dari Permen PPKS yang menjadi fokus perhatian. Namun, ia memastikan unsur mahasiswa akan dilibatkan dalam aturan pengaplikasian Permen PPKS di kampus UI.
“Masalah kekerasan seksual itu sangat bisa (ditangani oleh MWA-Red) karena itu ada di forum paripurna. Bisa diajukan poin-poin yang pro sama mahasiswa. Di salah satu enam kebijakan, kita membahas tentang UI yang terbebas dari kekerasan seksual. Itu akan saya usahakan semaksimal mungkin dan akan saya kaji bersama nanti dengan teman-teman BK-nya dan mungkin nanti bisa dapat masukan-masukan yang menarik dari Adkesma dan teman-teman BEM itu sendiri,” ujarnya memberikan tanggapan terkait isu kebijakan rektor pada Permen PPKS.
Ketika ditanya oleh Panelis Vyan Tashwirul Afkar terkait langkah yang akan ditempuh Rosyid dalam mengupayakan isu-isu yang akan menjadi fokusnya (Statuta UI, implementasi dari Permendikbud Ristek tentang PPKS oleh UI, serta transparansi pengelolaan keuangan UI), Rosyid mengemukakan langkah yang akan ia tempuh, salah satunya adalah pendekatan personal dan juga diskusi dengan anggota MWA UI yang lain.
“Kita (saya-RED) akan mencoba untuk berdiskusi dengan beberapa MWA yang mungkin bisa diajak berdiskusi dan juga akan melakukan pendekatan-pendekatan secara personal kepada para Anggota MWA UI yang lainnya sejak awal menjabat nanti,”
Selain itu, Panelis Afkar juga bertanya terkait upaya apa saja yang telah dilakukan Rosyid untuk memperkenalkan dirinya dan program-program apa saja yang akan dibawa olehnya apabila terpilih nanti kepada IKM UI.
Beberapa kampanye telah dilakukan oleh Rosyid dan Tim salah satunya yaitu melalui publikasi di sosial media seperti di Instagram dan Tiktok, terakhir Rosyid mengatakan bahwa ia dan Timnya telah menyiapkan sebuah video profile guna memperkenalkan dirinya yang akan maju sebagai MWA UI UM kepada IKM UI.
“nanti akan ada publikasinya, berupa video profile di mana videonya sangat bersemangat untuk memperkenalkan saya kepada IKM UI,” tungkas Rosyid.
Dari skala 1—6 yang diajukan oleh Achmad Zulvickar, Sekretaris Jendral BK MWA UI UM 2021 selaku Panelis dalam eksplorasi, Taqiyuddin Rosyid menempatkan dirinya pada poin 4 dalam kelayakannya menjadi MWA UI UM 2022. “(Karena masih ada) evaluasi-evaluasi, (seperti) baca masalah Permendikbud, fungsi Adkesma dan perbedaannya, apakah ada irisan juga antara Adkesma dan MWA itu sendiri, membahas program-program unggulan, dan mengetahui program BK MWA secara menyeluruh agar mudah saat bekerja,” ujarnya.
Teks: Siti Sahira A, Muhammad Riyan Rizki
Foto: Siti Sahira A
Editor: Giovanni Alvita
Pers Suara Mahasiswa UI 2021
Independen, Lugas, Berkualitas
Kontributor