Logo Suma

Tim UI di Shell Eco-marathon Mandalika: Mengejar Efisiensi, Menggapai Prestasi

Redaksi Suara Mahasiswa · 12 Juli 2024
5 menit

Pada Sabtu (06/07/2024) yang lalu, Shell Eco-marathon baru saja selesai diadakan di Mandalika. Ajang maraton mobil tersebut diadakan selama tiga hari di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang mempertemukan 78 tim mobil balap dari 12 negara berbeda untuk mengadu efisiensi dari masing-masing mobil balap di dalam dan di luar lintasan.

Ajang yang disponsori oleh Shell ini bukanlah hal baru. Pada tahun 1939, direktur riset dari Shell, Bob Greenshields, memulai lomba kecil-kecilan dengan rekan sejawatnya untuk menemukan mobil yang dapat mencapai jarak terjauh dengan menggunakan jumlah bahan bakar yang sama. Mobil yang diciptakan oleh Bob mampu mencapai efisiensi bahan bakar hingga 20 kilometer per liter. Hampir setengah abad kemudian, lomba kecil-kecilan ini berkembang menjadi sebuah lomba resmi yang diadakan oleh Shell di Paris pada tahun 1985. Lomba yang dikenal dengan nama Shell Eco-marathon tersebut menyebar ke seluruh dunia dan melibatkan mahasiswa yang saling berkompetisi untuk menjawab tantangan awal dari Bob Greenshields.

Shell Eco-marathon sendiri diadakan di beberapa region (wilayah) dari Shell, termasuk wilayah Asia Pasifik dan Timur Tengah. Indonesia mendapat kepercayaan untuk menyelenggarakan acara Shell Eco-marathon untuk wilayah ini sejak 2022 di Mandalika. Meskipun pada awalnya acara ini sempat terkendala oleh protokol kesehatan yang ketat akibat pandemi COVID-19, acara ini dapat berlangsung dengan lancar. Mulai tahun depan, penyelenggaraan Shell Eco-marathon di wilayah Asia Pasifik dan Timur Tengah akan dipindahkan ke Qatar.

Dalam perhelatan regional ini, UI diwakili oleh UKM UI Supermileage Vehicle (UI SMV) dengan tim Arjuna dan Nakoela. Tim Arjuna berhasil memperoleh urutan ketiga di kategori Urban Battery Electric Vehicle dengan konsumsi energi 128 km/kWh dan urutan kedua pada Urban Regional Race Championship, sedangkan Tim Nakoela dengan urutan keempat di kategori Prototype International Combustion Engine dengan konsumsi bahan bakar 803 km/l.

Untuk lebih memahami seluk-beluk dari dua tim UI di Shell Eco-marathon tahun ini Suara Mahasiswa berkesempatan untuk mewawancarai dua anggota tim dari UI SMV, yakni Marsya Renatha Bahasoean dari Program Studi Teknik Perkapalan angkatan 2020 selaku Non-Technical Manager dari UI SMV dan Zahran Mizuya Kusmana dari Program Studi Teknik Perkapalan angkatan 2020 selaku driver dari mobil Arjuna.

Penulis (tengah) bersama dengan kedua narasumber, Marsya Renatha Bahasoean (kiri) dan Zahran Mizuya Kusmana (kanan). (Suma/Jeromi Mikhael)

Dalam penjelasannya, Marsya memberikan gambaran singkat mengenai UKM UI SMV. UI SMV merupakan UKM yang berfokus dalam pengembangan mobil hemat energi dan berpartisipasi dalam lomba-lomba internasional, seperti Shell Eco-marathon, dan nasional, seperti Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta (BPTI) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek). UI sudah berpartisipasi dalam Shell Eco-marathon setiap tahunnya sejak tahun 2010, kecuali pada tahun 2021 ketika terjadi pandemi COVID-19. Untuk lomba KMHE, UI selalu mengirimkan timnya setiap tahun sejak 2012.

Zahran Mizuya Kusmana di dalam mobil Arjuna. (Shell/Peksi Cahyo)

Dalam perhelatan Shell Eco-marathon ini, UI SMV mengirimkan dua tim balap untuk berkompetisi dalam kategori yang berbeda, yakni Arjuna untuk kategori mobil urban yang ditenagai listrik dan Nakoela untuk kategori mobil prototipe yang ditenagai bensin. Menurut Zahran, nama Nakoela diambil dari Prof. Nakoela Soenarta (1925–2011), mantan dosen di Departemen Teknik Mesin Universitas Indonesia yang juga merupakan pembimbing UI SMV. Karena Nakoela merupakan nama dari tokoh dalam dunia wayang, maka UI SMV memutuskan untuk menamai mobil selanjutnya dengan Arjuna yang juga merupakan tokoh pewayangan.

Mobil Arjuna pada hari terakhir Shell Eco-marathon tanggal 6 Juli 2024. (Suma/Jeromi Mikhael)

Dalam ajang Shell Eco-marathon ini, tim dari UI SMV membawa sejumlah inovasi ke dalam kendaraannya. Menurut Zahran, semua aspek teknis yang dibawa ke Mandalika pada tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya karena memiliki pembaruan, mulai dari body, rangka, sistem transmisi, dan propulsi yang semuanya baru. Pembaruan tersebut dilakukan berdasarkan pembelajaran dalam kompetisi tahun-tahun sebelumnya, yakni pada Shell Eco-marathon tahun 2023 dan juga driver World Championship 2023.

Sebelum Arjuna dan Nakoela diturunkan ke lintasan balap, kedua mobil ini harus terlebih dahulu melalui tahapan inspeksi. Dalam tahapan inspeksi, mobil harus memenuhi 13 kriteria berbeda yang telah ditetapkan oleh panitia. Menurut Zahran, tantangan yang dihadapi dalam melewati tahapan inspeksi ini adalah kriteria mechanical design, karena UI SMV tahun ini menggunakan bodi mobil yang berbeda. Tim harus melakukan sejumlah adaptasi untuk menyesuaikan dengan peraturan baru. Selain itu, dalam proses pembuatan mobil, anggota tim juga menghadapi tantangan manajemen waktu, karena harus mengimbangi antara kegiatan akademis dengan kegiatannya di UI SMV. Marsya juga menambahkan bahwa selama tahun 2024, tim UI SMV memiliki jadwal yang padat karena terdapat proyek besar setiap bulannya dan banyak aktivitas eksternal yang membutuhkan tenaga manusia.

Tim dari UI SMV merasakan atmosfer kekeluargaan dan pertukaran pikiran dengan dengan tim-tim dari universitas dan negara lain selama marathon berlangsung. Tidak hanya kompetisi yang didapatkan dalam perlombaan ini, namun terdapat juga semangat kolaborasi. Contohnya, menurut Marsya, adalah bantuan yang diterima dari tim lain untuk tim UI SMV selama proses pengecekan ulang.

Tim dari UI SMV sedang mengepak peralatan dan onderdil. (Suma/Jeromi Mikhael)

Selama lomba berlangsung, tim dari UI SMV banyak belajar dan memperoleh ilmu baru dari tim-tim universitas dan negara lain. Zahran merasa bahwa ilmu yang didapat di sini akan sangat bermanfaat bagi bekal di dunia profesional. Pola pikir dan pandangan baru yang didapatkan di dalam ajang Eco-marathon ini akan bermanfaat dalam menyelesaikan berbagai masalah di masa depan, baik secara individual maupun bagi tim UI SMV.

Mengingat bahwa tahun 2024 merupakan tahun terakhir lomba Shell Eco-marathon diadakan di Sirkuit Mandalika, Marsya merasa bangga karena Indonesia bisa mengadakan kompetisi bertaraf internasional selama ini dan sekaligus sedih karena tahun ini merupakan tahun terakhirnya untuk berpartisipasi dalam ajang marathon ini. Dalam Shell Eco-marathon tahun depan yang diadakan di Qatar, Marsya yakin bahwa tim dari UI SMV akan menghadapi tantangan dan pengalaman baru. Sirkuit dan lintasan yang baru akan membawa tantangan teknis tersendiri bagi tim yang berlaga.

Di akhir penjelasan, keduanya menitipkan pesan untuk tim dari UI SMV yang akan menghadapi sirkuit Qatar. Zahran berpesan untuk tetap semangat dan jangan pernah ragu untuk mencoba hal-hal baru. Zahran juga mendorong agar anggota tim di masa depan untuk tidak takut gagal, memberikan yang terbaik, serta menyerahkan hasil seluruhnya kepada Tuhan. Marsya berpesan agar tim dari UI SMV di masa yang mendatang selalu tabah dalam menjalani proses, yang meski tidak mudah untuk dilakukan, namun pada akhirnya akan membawa kemenangan.

Teks: Jeromi Mikhael Asido

Foto: Jeromi Mikhael Asido, Peksi Cahyo

Editor: Vilda Zahra Dila A.

Pers Suara Mahasiswa UI 2024

Independen, Lugas, dan Berkualitas!