
Bina Desa 13 BEM Vokasi UI kembali menggelar kegiatan Sosialisasi dan Workshop di Desa Kubang Baros, Serang, Banten. Kegiatan ini menitikberatkan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pariwisata desa melalui optimalisasi dan branding media sosial yang menyasar para pelaku UMKM dan POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata) di Desa Kubang Baros, Serang, Banten.
Bina Desa 13 sendiri merupakan salah satu program kerja dari Departemen Sosial, Masyarakat dan Lingkungan (SOSMASLING) BEM Vokasi UI 2024 yang berfokus pada empat isu, yaitu kesejahteraan masyarakat, UMKM, Pariwisata, dan Kesehatan. Rangkaian acara utama Bina Desa 13 terbagi menjadi dua, diantaranya pada 16-18 Agustus 2024 dan 26-29 September 2024.
Pada 16 Agustus 2024, Sosialisasi dan Workshop UMKM dan POKDARWIS sukses diselenggarakan dan dihadiri oleh lebih dari 20 peserta yang terdiri dari perwakilan POKDARWIS dan para pelaku UMKM lokal.
Sesi pertama dibuka dengan hangat oleh Naya, selaku Master of Ceremony (MC) dan dilanjutkan dengan serangkaian sambutan, yaitu dari Raihan, Project Officer Bina Desa 13 Vokasi UI, disusul oleh Sri Wahyuni, Kepala Departemen Sosial Masyarakat dan Lingkungan BEM Vokasi UI), dan diakhiri oleh Pak Ari selaku perwakilan Vokasi UI.
“Harapan kami semoga kegiatan Bina Desa ini masih terus berlanjut, karena kita ketahui Desa Kubang Baros ini adalah salah satu desa yang mempunyai potensi pariwisata yang bagus dan bisa menjadi desa yang berkembang. Semoga dengan adanya Sosialisasi yang diadakan oleh para mahasiswa Vokasi Universitas Indonesia bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat Desa Kubang Baros mengenai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS),” Ungkap Ari Nurfikri, S.K.M., M.M.
Bu Anisatul Auliya dan Bu Mahadewi, dua dosen dari Prodi Manajemen Bisnis dan Pariwisata Program Pendidikan Vokasi UI, memaparkan tiga strategi untuk memajukan pariwisata desa, diantaranya adalah optimalisasi Sumber Daya Manusia (SDM), pemanfaatan teknologi dan media sosial, serta kolaborasi.
Mereka menekankan pentingnya pelatihan bagi SDM lokal untuk menciptakan lingkungan wisata yang aman dan nyaman bagi wisatawan, serta memperhatikan aspek ramah lingkungan, kebersihan, dan keamanan yang dapat memaksimalkan potensi pariwisata desa, terutama untuk menarik minat wisatawan.
“Kesuksesaan wisata tidak bisa berjalan sendiri. Harus bisa berkolaborasi dengan masyarakat desa kubang baros, pemerintah, dan media. Tidak bisa berjalan sendiri, harus saling merangkul. Ayo kita jadi agen perubahan saat ini. Kalau bukan kita siapa lagi, selagi masih ada wisata yang bisa berpotensi yang bisa dikelola kenapa tidak,” ungkap Mahadewi.
Selain itu, pemanfaatan teknologi dan media sosial dianggap sebagai alat penting untuk menarik wisatawan. Platform seperti Instagram, YouTube, TikTok, dan Facebook memainkan peran kunci dalam promosi dan meningkatkan visibilitas destinasi wisata. Strategi ini diharapkan dapat membantu desa dalam menarik lebih banyak pengunjung.
Tak kalah pentingnya, kolaborasi antara masyarakat desa, pemerintah, dan media juga ditekankan. Kerja sama yang solid dan terkoordinasi dianggap sebagai kunci sukses dalam mengembangkan sektor pariwisata dan mendukung pertumbuhan UMKM lokal.
Diskusi dalam Sosialisasi dan Workshop POKDARWIS juga menyorot berbagai potensi pariwisata Desa Kubang Baros, seperti Curug Betung, Bukit Harmis, dan pemandian air panas.
Bu Mahadewi, dalam menutup acara sesi satu, menyampaikan harapannya untuk Desa Kubang Baro. Beliau mengharapkan ekonomi desa dapat terus berkembang melalui optimalisasi potensi lokasi wisata, terutama melalui branding media sosial. Dengan 1500 kepala keluarga, desa ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata yang lengkap dengan fasilitas, objek wisata, dan homestay yang baik, sehingga sangat diperlukan pengelolaan yang terencana dan terkoordinasi.
Sesi kedua sekaligus penutup dari kegiatan Sosialisasi dan Workshop UMKM dan POKDARWSI dipandu oleh Arthaingan H. Mutia, Raditya Kusume S., dan Besty Priandhini. Mereka membagikan strategi yang efektif dalam memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan brand awareness dan interaksi dengan konsumen.
Masyarakat dibimbing untuk memahami lebih lanjut terkait jenis media sosial yang dapat digunakan termasuk blog, jaringan sosial seperti Instagram dan TikTok, serta situs untuk optimisasi engagement konten. Khusus untuk Desa Kubang Baros, Instagram adalah platform yang paling efektif dalam melakukan promosi.
Dalam sesi penutup, para pemateri membagikan berbagai strategi media sosial seperti penggunaan format konten yang beragam, optimalisasi caption, dan eksperimen dengan hashtag tren. Penting juga untuk memposting konten yang akurat dan sesuai kenyataan agar dapat menjaga kepercayaan dan exposure yang maksimal.
Menjelang akhir tahun, Bina Desa 13 BEM Vokasi Universitas Indonesia akan mengadakan Main Event yang akan dilaksanakan pada tanggal 27-29 September 2024. Acara ini akan mencakup berbagai kegiatan, termasuk sosialisasi kesehatan, pemeriksaan medis, dan festival rakyat. Melalui acara ini, kami berharap dapat lebih jauh mendorong peningkatan kualitas hidup dan pengembangan masyarakat Desa Kubang Baros.
Ikuti seluruh keseruannya di Instagram @binadesavokasi.ui