
Panitia Khusus Pemilihan Rektor Universitas Indonesia (Pansus Pilrek UI) secara resmi mengumumkan tujuh calon rektor yang berhasil lolos tahap penyaringan. Jumlah ini mengerucut dari 13 calon yang berhasil melewati proses penjaringan sebelumnya.
Para Calon Rektor
Dari ketujuh calon rektor ini, keempat dekan yang telah melewati proses penjaringan kembali berhasil melewati asesmen. Nama-nama dekan ini terdiri dari Ari Fahrial Syam dari Fakultas Kedokteran (FK) UI, Heri Hermansyah dari Fakultas Teknik (FT) UI, Agus Setiawan dari Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) UI, dan Teguh Dartanto dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI. Selain itu, terdapat pula dua guru besar dari FT UI, yakni Kemas Ridwan Kurniawan dan Riri Fitri Sari. Satu-satunya calon eksternal yang berhasil melewati proses penyaringan adalah Khreshna Imaduddin Ahmad Syuhada dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Dari pengamatan Suara Mahasiswa, nama-nama calon rektor didominasi oleh guru besar dari FT UI, serupa dengan komposisi dari Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor yang juga didominasi oleh civitas academica dari FT UI.
Sebelum nama-nama calon rektor diumumkan, beberapa calon telah terlebih dahulu “turun” ke masyarakat. Misalnya, Ari Fahrial Syam, dekan FK UI, telah memperoleh dukungan resmi dari Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam musyawarah nasional yang diselenggarakan pada hari Rabu (28/4) lalu. Dekan FT UI Heri Hermansyah juga telah menjelaskan komitmen dan rencananya sebagai calon rektor UI kepada sejumlah media massa.
Proses Asesmen
Proses asesmen, yang berlangsung pada hari Rabu (4/9), dilakukan oleh tim penilai yang terdiri dari Bambang Wibawarta (Ketua Pansus Pilrek UI), Budi Wiweko (Ketua Senat Akademik UI), Harkristuti Harkrisnowo (Ketua Dewan Guru Besar UI), dan Sigit Pranowo Hadiwardoyo (Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor UI). Proses asesmen ini melibatkan pemaparan mengenai rekam jejak dan prestasi, kemampuan wirausaha (entrepreneurship), rencana kerja, serta terobosan yang akan dilakukan. Selain itu, para kandidat juga diminta menyampaikan visi dan misi sebagai calon rektor, pandangan mereka mengenai UI, dan rencana strategis dengan merujuk pada kebijakan umum dan rencana pembangunan jangka panjang kampus kuning ini.
Dilansir dari situs web resmi pemilihanrektor.ui.ac. Menurut Bambang, kemampuan wirausaha diperlukan agar sumber pembiayaan UI tidak hanya mengandalkan uang kuliah dari mahasiswa. “Dunia ini sangat dinamis. Semakin cepat perubahannya, tentu kita menghadapi tantangan yang berbeda. Rektor UI terpilih harus bisa menjawab tantangan-tantangan ini dengan membangun sistem yang baik, membuat kerja sama yang baik, dan memiliki kemampuan lain yang dibutuhkan UI,” ujar Bambang.
Para calon rektor juga dituntut untuk memiliki terobosan agar meningkatkan kualitas UI pada taraf nasional maupun internasional. Selain itu, calon rektor juga harus memiliki kapabilitas komunikasi yang baik untuk membangun hubungan yang baik dengan para pemangku kepentingan dan mitra UI.
Bambang juga menekankan pentingnya penilaian rekam jejak dalam proses asesmen yang berlangsung. Menurutnya, penilaian rekam jejak penting untuk memahami latar belakang dari calon rektor. "Kita harus tahu dengan jelas apa latar belakangnya dan apa yang pernah dilakukan. Tidak mungkin seseorang yang belum pernah melakukan apa-apa tiba-tiba akan lompat jauh dan melakukan sesuatu yang sangat besar.”
Tahapan Selanjutnya
Setelah pengumuman ketujuh calon rektor, masyarakat umum diminta untuk memberikan masukan terkait dengan rekam jejak dan riwayat para calon. Masukan ini dapat diberikan secara daring melalui situs pemilihanrektor.ui.ac.id. Semua masukan yang diberikan akan menjadi bahan pertimbangan Pansus Pilrek UI dalam menyeleksi ketujuh calon rektor.
Pengumuman tujuh calon rektor ini dilakukan lebih cepat tiga hari dari jadwal yang tertera di situs pemilihanrektor.ui.ac.id. Menurut situs tersebut, proses pemilihan rektor akan dilanjutkan dengan presentasi mengenai pengembangan UI untuk masa depan dan rekomendasi bagi Majelis Wali Amanat (MWA) U di hadapan para panelis pakar. Para panelis pakar yang diundang untuk meninjau presentasi merupakan pakar dalam manajemen pendidikan tinggi, tata kelola universitas, dan manajemen inovasi.
Teks: Jeromi Mikhael Asido
Editor: Choirunnisa Nur Fitria
Foto/Ilustrasi: Ferre Reza Putri
Pers Suara Mahasiswa UI 2024
Independen, Lugas, dan Berkualitas!