Logo Suma

UI Film Festival: Menuju ke Industri Perfilman Indonesia Tingkat Global Bersama Mahasiswa Jurusan Film dan Komunitas Mahasiswa Film

Redaksi Suara Mahasiswa · 29 September 2021
2 menit · - kali dibaca
UI Film Festival: Menuju ke Industri Perfilman Indonesia Tingkat Global Bersama Mahasiswa Jurusan Film dan Komunitas Mahasiswa Film

Mengantarkan industri perfilman Indonesia untuk menonjol di mata dunia, tentu tidak bisa dilakukan tanpa adanya campur tangan pendidikan di dalamnya. Dibutuhkan ilmu-ilmu penunjang yang harus diberikan kepada mahasiswa-mahasiswa perfilman yang akan membawa industri ini maju di kancah global. UI Film Festival dalam acara diskusi dengan fokus tema mengembangkan dunia perfilman Indonesia bersama mahasiswa perfilman dan mahasiswa komunitas film bersama pada 23 September 2021, memberikan wawasan lebih jauh mengenai perkembangan film Indonesia dan cara untuk membuatnya semakin menonjol di dunia.

Dengan berkembangnya dunia perfilman sekarang ini, ada peran kunci yang harus dipegang oleh mahasiswa baik itu dari komunitas maupun jurusan perfilman. Presiden Cinematography Club Fikom Universitas Padjadjaran, Rayhan Syafiq Renaldi, menyebutkan jika tidak ada perbedaan signifikan dalam peran mengembangkan industri film Indonesia, bahwa keduanya sama-sama memiliki tujuan yang sama bahkan cenderung melengkapi. Mahasiswa jurusan film yang memiliki kurikulum sehingga pandangan terhadap film terstruktur dan sama, akan menjadi beragam dan meluas ketika bergabung dengan sebuah komunitas film.

Mereka jugalah yang nantinya akan menggantikan para senior di industri film yang berjasa membawa industri ini ke global. Sutradara kondang Andi Bachtiar Yusuf menyatakan bahwa, “Harus tahu mesti ngapain dan apa yang mau disampein, mereka harus tahu apa yang mau dibikin itu saja. Kalau untuk apakah bisa bersaing dengan senior, tentu saja bisa bahkan harus bisa, kenapa tidak? Edwin sama Garin Nugroho bisa dibandingin, Joko Anwar sebelum dia sudah ada yang bisa membuat film seperti itu meskipun jika dibandingkan, Joko unggul dalam teknologi. Sekarang tinggal mau serius atau nggak, sih, banyak orang yang nggak serius. Disuruh pegangin lampu doang, ngambek nggak datang lagi besok. Jadi mesti tahu konsekuensinya, pekerjaan yang memang hobi dan kesenangan, tapi kalau sudah menjadi pekerjaan harus sabar.”

UI Film Festival merupakan sebuah festival film tahunan yang berfokus pada fiksi pendek yang diselenggarakan oleh salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Indonesia, yaitu Sinematografi UI. Melalui acara diskusi panel ini, mereka memberikan wawasan lebih jauh tentang perfilman Indonesia dan bagaimana untuk membuatnya menonjol di mata dunia. Selain itu, dengan diskusi ini mahasiswa diharapkan mampu menjawab problematika di masa pandemi saat ini.

Bioskop sebagai rumah film yang terpaksa ditutup membuat industri film terhenti, maka platform-platform lain seperti Genflix dan Netflix menjadi jalan lain untuk mengembangkan industri film. Ironisnya, masih banyak ditemui masyarakat-masyarakat yang lebih memilih untuk menonton film secara ilegal dan hal itulah yang harus dihapuskan untuk mengangkat industri film Indonesia. Sebuah bentuk apresiasi lebih tersendiri bagi para pembuat film dan yang terlibat di dalamnya jika menonton film-film mereka dari situs berbayar.

Dalam diskusi ini diharapkan seluruh mahasiswa baik itu dari jurusan perfilman dan yang tergabung dalam komunitas film, semakin termotivasi dalam membuat film-film berkualitas. Tidak ada alasan untuk tidak membuat film, baik masalah dana hingga latar belakang pendidikan, yang terpenting adalah kemauan dan niat untuk membuatnya. Kemudian, bersama-sama untuk membawa industri film Indonesia ke tingkat global.

Tim Penggarap