
Dalam rangka merayakan momentum bulan suci Ramadhan, Kamis (13/04) hingga Jumat (14/04), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Keagamaan Universitas Indonesia berkolaborasi menyediakan takjil gratis di Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Indonesia (Pusgiwa UI) untuk seluruh mahasiswa dan tenaga kependidikan UI yang menjalankan ibadah puasa.
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi dari berbagai UKM Keagamaan UI yang terdiri dari Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK UI), Nuansa Islam Mahasiswa (Salam) UI, Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD) UI, Persekutuan Oikumene (PO) UI, dan Keluarga Mahasiswa Buddhis (KMB) UI. Kegiatan berbagi takjil gratis untuk buka puasa ini diinisiasi oleh KMK (Keluarga Mahasiswa Katolik) UI yang bertujuan untuk mengadakan kegiatan berbagi dengan skala cukup besar sebagai bagian dari aksi sosial yang biasa mereka laksanakan.
Tema dari aksi berbagi kali ini adalah ‘Momen Kebersamaan yang Bermakna’ dengan jumlah total makanan sebanyak 500 porsi. Kegiatan ini dibagi menjadi dua hari agar sivitas UI yang belum berkesempatan hadir di hari pertama dapat datang ke Pusgiwa pada hari berikutnya.
“Kalau totalnya sendiri 500 porsi, kemarin 250, hari ini 250 juga, seperti itu. Kemarin habisnya cepet banget, kita gak nyangka, kan. Jam lima mulai, setengah enam tuh udah kosong-kosong semua, udah pada dapet semua, bahkan menjelang buka puasa itu masih ada yang datang lagi,” tutur Justin, perwakilan dari KMK UI.
Justin menjelaskan dalam melaksanakan kegiatan ini pihak KMK sebelumnya berkoordinasi terlebih dahulu dengan A. G. Sudibyo selaku Kepala Bidang Pengembangan Minat dan Bakat Mahasiswa UI di Direktorat Kemahasiswaan. Sudibyo pun mendukung penuh kegiatan ini. Bahkan, ia menyarankan untuk turut melibatkan organisasi keagamaan lain di UI. Hasilnya, ajakan untuk mengadakan gerakan kolaborasi ini menuai respon yang positif dari berbagai UKM Keagamaan UI.
Sebelumnya, Justin menyampaikan bahwa kegiatan ini sudah pernah dilakukan oleh KMK pada 2019 lalu, tetapi terputus akibat pandemi Covid-19. Berdasarkan penuturan Justin, persiapan dari kegiatan berbagi takjil tahun ini tergolong singkat. “Bahkan kemarin masa-masa UTS kan, ya. Jadi, emang kita kayak koordinasi sebentar, apa aja yang diperlukan, dan udah. Kita siapin dalam waktu tiga sampai empat hari, dan langsung Jumat gerak,” tutur Justin.
Pusgiwa pun dijadikan sebagai lokasi utama dalam pelaksanaan kegiatan, mengingat Pusgiwa merupakan pusat kegiatan para mahasiswa. Namun, tak hanya berpangkal di Pusgiwa, mereka juga akan membagikan makanan ke sekitar UI apabila terdapat makanan yang tersisa.
“Tapi nanti kalau misalnya emang masih banyak, kita mulai bergerak. Kita coba jalan ke daerah-daerah sekitar Fakultas Teknik atau mungkin Vokasi, ke Kukel, dan Kutek. Kita coba cari teman-teman sekitar yang ada, kita bagi-bagikan,” jelas Justin.
Sudibyo yang turut menghadiri kegiatan berbagi takjil pada Jumat lalu memaparkan bahwa di dalam kegiatan ini terkandung makna kebersamaan, “Mereka menyediakan makan gratis untuk teman-teman yang berpuasa. Saya rasa ini adalah kegiatan yang bagus,” tuturnya.
Sudibyo berpendapat bahwa kegiatan ini merupakan aksi nyata dari toleransi. Ia menilai, toleransi dapat dilakukan dengan melakukan hal kecil terlebih dahulu.
“Hal kecil aja, gak usah muluk-muluk lah, saya kira (dimulai dari yang -red) kecil tapi nyata,” ujarnya.
Sudibyo berharap kegiatan ini dapat terus dipertahankan dan dikembangkan melalui pengadaan acara kolaboratif lainnya, misalnya diskusi bersama. “Ini kan anak-anak UI semua, di mana kita harus mencerminkan bahwa kita adalah miniaturnya Indonesia,” ujarnya.
Harapan tersebut selaras dengan pendapat Justin, bahwa kegiatan ini bisa menjadi titik awal di mana teman-teman dari UKM Keagamaan lintas agama dapat berkolaborasi.
“Kita berharap dengan adanya kegiatan ini kita bisa saling bersatu dan banyak kolaborasi yang semakin beragam lagi ke depannya,” pungkas Justin.
Teks: Choirunnisa N. F., Siti Aura Dita
Foto: Dian Amalia A.
Editor: M. Rifaldy Zelan
Pers Suara Mahasiswa UI 2023
Independen, Lugas, dan Berkualitas!