Logo Suma

Wisuda Tatap Muka Perdana di UI, Hampir 50 Persen Lulusan UI Cumlaude

Redaksi Suara Mahasiswa · 13 September 2022
4 menit · - kali dibaca
Wisuda Tatap Muka Perdana di UI, Hampir 50 Persen Lulusan UI Cumlaude

Usai sekian purnama dilewati para wisudawan Universitas Indonesia (UI) yang sebelumnya mengikuti rangkaian wisuda secara daring, kini untuk pertama kalinya sejak pandemi Covid-19, ribuan mahasiswa UI kembali melaksanakan wisuda secara luring di Kampus UI Depok dan Salemba, pada hari Sabtu dan Minggu (10—11/09/2022). Penurunan angka kasus Covid-19 di Indonesia pun disebut menjadi pertimbangan panitia, sehingga keputusan awal untuk menyelenggarakan wisuda secara daring dibatalkan. Warna-warni rasa haru, bangga, dan suka cita terpancar dari wajah wisudawan yang berhasil melewati perjuangan menyelesaikan tugas akhirnya sebagai mahasiswa.

Wisuda Semester Genap Tahun 2021/2022 Universitas Indonesia meluluskan total sebanyak 8.362 mahasiswa, antara lain 804 lulusan dari program pendidikan vokasi, 4.196 lulusan program sarjana (reguler, paralel, kelas internasional, ekstensi), 422 lulusan program profesi, 348 lulusan program spesialis, 2.412 lulusan magister, dan 180 lulusan doktor.

Rektor UI Prof. Ari Kuncoro dalam pidato sambutannya menyampaikan bahwa dari total seluruh wisudawan, 49 persennya atau sekitar 4.079 orang diantaranya lulus dengan predikat cumlaude. Persentase cumlaude terbesar berasal dari jenjang Program Pendidikan Vokasi, yakni mencapai 71 persen dan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) mencapai 62 persen.

Di masa transisi pasca-pandemi ini, UI menyelenggarakan wisuda luring secara serentak namun multilokasi di kampus UI. Wisuda ini juga boleh dihadiri oleh orang tua, keluarga, maupun kerabat lainnya.

“Sejujurnya saya sangat lega karena sebelumnya wisuda ini direncanakan secara online ya, lalu tiba-tiba berubah jadi offline. Saya senang karena saya rasa itu merupakan mimpi dari seluruh mahasiswa UI untuk dapat wisuda di Balairung UI. Saya ingin sekali membawa orang tua saya ke Balairung dan untungnya dapat saya wujudkan,” ujar Nada Salsabila, alumnus FIB UI angkatan 2018 mengekspresikan rasa syukurnya saat diwawancara oleh wartawan Suara Mahasiswa (11/09).

Diterapkan di multilokasi, secara umum pembagian lokasi wisuda dibagi menjadi dua, yaitu Wisuda Terpusat di Balairung dan Wisuda Fakultas di gedung fakultas masing-masing wisudawan. Rangkaian acara wisuda yang resmi dilakukan di Balairung UI, adapun mahasiswa yang mendapatkan lokasi wisuda di Fakultas dapat menyaksikan prosesi wisuda di Balairung yang disiarkan langsung di masing-masing fakultas.

“Mungkin kelebihan dari Wisuda Fakultas adalah mereka bisa foto dengan Dekan Fakultas, dan tali toganya bisa dipindahkan oleh Dekan langsung. Sementara kalau di Balairung, sekali pun melihat prosesinya secara langsung, tapi untuk memindahkan tali toganya kita sendiri-sendiri dan foto pun per fakultas gitu, bukan sendiri-sendiri,” terang Nada.

Hal ini dikonfirmasi oleh Faradia Muhammad, Wisudawan UI dari Fakultas Teknik (FT) yang merayakan momen wisudanya di gedung Balai Purnomo FT UI.

"Keren banget dari segi acaranya, pas akhir-akhir tadi kebetulan bisa foto bareng Dekan FT itu dapet banget momen wisudanya," tutur Faradia.

Meskipun sempat dikabarkan bahwa pembagian didasarkan pada capaian akademis wisudawan, karena sempat muncul kritik dari para wisudawan karena kebijakan tersebut dianggap diskriminatif, keputusan pembagian wisudawan pun diubah menjadi berdasarkan hasil acak oleh panitia wisuda. Hingga hari pelaksanaan wisuda, masih terdapat pro dan kontra terhadap kebijakan pembagian lokasi wisudawan ini.

“Mohon maaf, menurut saya (pembagian secara acak-read) justru lebih aneh lagi, karena ya terlihat seperti main judi gitu ya. Iya, kalau bisa direncanakan secara lebih baik lagi, entah mungkin berdasarkan capaian akademis atau mungkin perwakilan per daerah untuk meratakan siapa saja yang dilantik di Balairung dari seluruh wilayah Indonesia gitu, “ ujar Nada merespons mengenai pembagian lokasi wisuda.

“Kalau dari saya kan orangnya ga ngambil pusing juga, kalau mau diurut gapapa, kalau mau di-gatcha (acak-read) gapapa juga, ” ucap Faradia, alumnus FT UI angkatan 2018.

Dihadiri sekitar kurang lebih 500 wisudawan, kapasitas partisipan wisuda yang diadakan di gedung Balairung sempat penuh di hari kedua penyelenggaraannya. Panitia wisuda pun terpaksa memindahkan sebagian orang tua wisudawan ke atas tribun Balairung.

“—tadi sempat ada overload, jadi orang tua harus naik ke tribun— (tribun-read) harusnya awalnya dikosongkan, tapi tadi karena ada pengurangan kursi di blok b, jadi harus ada yang naik ke tribun dari blok d dan juga blok b—-gak semuanya (orang tua wisudawan dipindahkan-read),” Ucap Satria Utama, panitia Wisuda Semester Genap Tahun 2021/2022.

Penyelenggara wisuda menempatkan panitia lapangan untuk melakukan eksekusinya yang terdiri dari dua kelompok, yakni Duta Humas UI dan Wirada. Total keseluruhan anggota panitia lapangan Wisuda Semester Genap Tahun 2021/2022 disebut kurang lebih mencapai 30 orang.

Kendati secara keseluruhan acara wisuda kali ini sukses tanpa hambatan yang berarti, tetapi karena perubahan keputusan perlangsungan Wisuda Semester Genap Tahun 2021/2022 yang mendadak, terdapat sejumlah pemberitahuan yang mendadak pula. Hal ini pun ikut membebani wisudawan luar daerah yang sebelumnya telah membeli tiket pada tanggal yang sesuai dengan pemberitahuan penyelenggaraan acara wisuda sebelumnya. Pemberitahuan tentang kepastian tanggal wisuda diumumkan 5 hari sebelum wisuda berlangsung.

“Iya, wisuda ini awalnya dijadwalkan tanggal 10 secara online, kan? Itu kita awalnya berpikir masih tanggal 10 semua secara terpusat (di Balairung-read). Tiba-tiba diubah lagi beberapa fakultas jadi tanggal 11 dan itu membuat teman-teman saya yang udah pesan tiket untuk balik tanggal 11, harus extend sampai tanggal dua belas”, ujar Nada.

Namun, terdapat pula sejumlah pihak yang memaklumi pemberitahuan mendadak tersebut. Ibu Diah, salah satu orang tua wisudawan UI 2022 mengatakan bahwa Ia tidak masalah dengan perubahan tersebut karena memahami singkatnya waktu untuk mengalihkan persiapan dari wisuda daring menjadi wisuda luring.

“Buat saya karena jumlah wisudawannya memang banyak yang diurus juga banyak saya maklum saja, nanti mau di sini atau di situ ga terlalu jelas, tapi buat saya ga masalah (karena-read) sama-sama di dalam kampus sih mau di Balairung, mau di Balai Purnomo juga tidak apa-apa, ” jawab Ibu Diah ketika ditanya mengenai responsnya terhadap perubahan keputusan yang dinilai mendadak.

Wisuda merupakan momentum kebanggaan yang berharga baik bagi para wisudawan, orang tua wisudawan, maupun pihak Universitas Indonesia. Hari ini, UI berhasil mewujudkan mimpi-mimpi mahasiswa untuk kembali merasakan gelora wisuda di kampus. Baik evaluasi maupun keberhasilan, keduanya dapat menjadi catatan bersejarah bagi Universitas Indonesia untuk terus menyiapkan wisuda dengan lebih baik kedepannya.

“Buat para wisudawan, bersyukurlah bahwa kali ini sudah disediakan seperti dulu lagi. Mudah-mudahan covid-nya segera berlalu, sehingga untuk wisuda selanjutnya dapat terlaksana seperti saat ini. Buat para alumni terus berkarya dan terus ingat dan cintailah almamater Anda, Universitas Indonesia,” tutur Pak Dibyo terkait harapannya untuk para wisudawan UI tahun 2022.

Teks: Intan Shabira, Dian Amalia Ariani
Editor: Syifa Nadia
Foto: Ibrahim Rijal

Pers Suara Mahasiswa UI 2022
Independen, Lugas, dan Berkualitas!

Tim Penggarap